Jembatan Sangkanjaya Tegal Belum Diperbaiki, Warga dan Pelajar Bertaruh Nyawa saat Melintas
AMBLAS- Jembatan Sangkanjaya Balapulang Kabupaten Tegal masih amblas. Warga Tegal terpaksa bertaruh nyawa di jembatan rusak demi sekolah & kerja. Petani jagung terancam rugi miliaran.-Yeri Noveli-
BALAPULANG, radartegal.com – Kondisi infrastruktur di Desa Sangkanjaya, Kecamatan BALAPULANG, Kabupaten Tegal kian memprihatinkan. Pasca-amblasnya jembatan gantung di atas Sungai Gung, hingga Selasa 31 Maret 2026, belum ada tanda-tanda perbaikan permanen yang menyentuh pondasi utama jembatan.
Kondisi ini memaksa warga tetap melintasi papan yang rapuh dan retakan beton yang kian melebar demi menyambung hidup.
Ancaman Keselamatan di Jembatan Gantung Sungai Gung
Warga RT 02/RW 01 Desa Sangkanjaya Faqih, mengungkapkan bahwa setiap langkah di atas jembatan tersebut ibarat perjudian. Meski berbahaya, jembatan ini merupakan akses vital bagi mobilitas harian.
"Jembatan belum diperbaiki sama sekali. Kondisinya makin parah, amblasnya bertambah dan retakan melebar. Anak-anak sekolah juga terpaksa lewat sini karena tidak ada pilihan lain," ujar Faqih.
BACA JUGA: Jembatan di Brebes Putus Diterjang Banjir, Bupati Lakukan Hal Ini
BACA JUGA: Rusak Diterjang Arus, Bupati Ischak Tinjau dan Percepat Perbaikan Jembatan Danawarih
Meski terdapat alat berat excavator di sekitar Bendung Danawarih, Faqih menyebut alat tersebut hanya digunakan untuk penyodetan aliran sungai, bukan untuk memulihkan pondasi jembatan yang rusak.
Akses Alternatif Belum Memadai
Harapan warga pada jalan tembus yang dibangun Kodim 0712/Tegal menuju Desa Danareja juga belum sepenuhnya terwujud. Hingga saat ini, progres pembangunan baru mencapai 30 persen.
- Kondisi Jalan: Masih berupa tanah berlumpur dan licin saat hujan.
- Medan: Melintasi kawasan hutan yang sulit ditembus kendaraan motor biasa.
- Dampak: Ibu-ibu dan anak sekolah tidak mungkin melintasi jalur alternatif tersebut dalam kondisi saat ini.
Akibat sulitnya akses, sebagian warga memilih untuk "mengungsi ekonomi" dengan menyewa tempat tinggal sementara di Desa Danawarih atau Lebaksiu agar lebih dekat dengan tempat kerja dan sekolah.
BACA JUGA: Jembatan Gantung Sangkanjaya Tegal Amblas, 2.000 Warga Desa Terisolir
BACA JUGA: Sempat Terisolir, Warga Penakir Pemalang Akhirnya Nikmati Jembatan Baru
Potensi Kerugian Petani Jagung Mencapai Miliaran
Masalah infrastruktur ini juga mengancam sektor ekonomi. Sekitar 1,5 bulan ke depan, petani di Sangkanjaya akan memasuki masa panen raya jagung dengan estimasi produksi mencapai 700 hingga 800 ton.
"Jika jembatan tidak segera ditangani, petani terancam rugi miliaran rupiah. Hasil panen tidak bisa keluar desa dan berisiko busuk atau terserang hama jika disimpan terlalu lama," tegas Faqih yang juga pengurus Gapoktan setempat.
Selain itu, harga kebutuhan pokok seperti gas elpiji, minyak goreng, dan telur di Desa Sangkanjaya mulai merangkak naik akibat biaya distribusi yang membengkak karena harus diangkut secara manual (jalan kaki).
Tanggapan Pemerintah Kabupaten Tegal
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
