Tangis Haru di Lapas Tegalandong, Warga Binaan Buka Puasa Bareng Keluarga

Tangis Haru di Lapas Tegalandong, Warga Binaan Buka Puasa Bareng Keluarga

BINAAN LAPAS- Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIB Tegalandong, Kabupaten Tegal buka puasa bersama dengan keluarganya di Aula Lapas setempat, Jumat 13 Maret 2026.-Yeri Noveli-

LEBAKSIU, radartegal.com – Jumat, 13 Maret 2026 sore, suasana di Lapas Kelas IIB Tegalandong, Kabupaten Tegal, mendadak emosional. Suara tawa dan isak tangis rindu pecah di balik tembok tinggi dan jeruji besi saat puluhan warga binaan diberikan kesempatan langka untuk berbuka puasa bersama keluarga tercinta.

Begitu pintu pertemuan dibuka, momen haru tak terbendung. Anak-anak berlari memeluk erat ayahnya, sementara para istri tak kuasa menahan air mata saat bersimpuh di hadapan suami yang telah lama mereka rindukan.

Obat Rindu di Balik Jeruji

Salah satu warga binaan yang merasakan kebahagiaan ini adalah Pendi, 49 tahun, warga Desa Pekiringan, Kecamatan Talang. Berkumpul bersama istri, anak, hingga cucunya di sudut aula, Pendi mengaku sangat bersyukur.

“Alhamdulillah bisa kumpul seperti ini. Rasanya tidak seperti di penjara. Waktunya singkat, tapi sangat berarti sebagai obat rindu,” ucap Pendi yang juga merupakan tahanan pendamping (tamping) di lapas tersebut.

BACA JUGA: 3 Napiter Ucap Janji Setia NKRI dari Balik Jeruji, Cium Merah Putih dan Teken Ikrar di Lapas Slawi Tegal

BACA JUGA: Serah Terima Jabatan Kalapas, Bupati Tegal Minta Kerja Sama Berlanjut

Selama Ramadan, pertemuan semacam ini menjadi dorongan moral bagi para warga binaan untuk menjalani masa hukuman dengan lebih optimis.

Dukungan Keluarga sebagai Kunci Pembinaan

Kepala Lapas Kelas IIB Tegalandong Edi Kuhen, menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian. Sebanyak 50 keluarga hadir dalam acara yang digelar di Kecamatan Lebaksiu tersebut.

“Dukungan keluarga sangat penting dalam proses pembinaan. Kami ingin mempererat ikatan emosional agar mereka semangat memperbaiki diri,” ujar Edi.

Selain makan bersama, acara ini diisi dengan:

  • Tausiyah & Renungan: Memberikan penguatan spiritual bagi warga binaan dan keluarga.
  • Penampilan Kreativitas: Warga binaan menampilkan musik religi hasil latihan selama di lapas.
  • Pameran Aktivitas: Keluarga dapat melihat langsung kegiatan positif, mulai dari program kerohanian hingga ketahanan pangan.

Kabar Gembira: Remisi Lebaran 2026

Menjelang Idulfitri 2026, Edi Kuhen membawa kabar baik terkait hak-hak warga binaan. Pihak lapas telah menyiapkan usulan Remisi Khusus Keagamaan bagi mereka yang memenuhi syarat.

“Semua (yang berkelakuan baik) akan mendapatkan remisi, dan beberapa di antaranya diprediksi ada yang langsung bebas saat Lebaran nanti,” pungkas Edi.

Sore itu, sebelum hari kebebasan benar-benar tiba, para warga binaan setidaknya telah mendapatkan "kemerdekaan" singkat melalui pelukan hangat keluarga yang selama ini hanya hadir dalam mimpi mereka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait