Banjir Rob di Brebes Rendam Tiga Desa di Kecamatan Losari
Ribuan rumah di tiga desa Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes terendam banjir rob dengan ketinggian air yang bervariasi.(Istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Ribuan rumah di tiga desa Kecamatan Losari, Kabupaten BREBES terendam banjir rob dengan ketinggian air yang bervariasi. Banjir yang terjadi sejak pukul 11.00 WIB ini melumpuhkan aktivitas warga di Desa Karangdempel, Prapag Lor, dan Prapag Kidul.
Banjir tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga memutus akses jalan desa. Di jalur menuju Prapag Lor dan Prapag Kidul, air setinggi betis orang dewasa menyebabkan sejumlah kendaraan roda dua mogok saat mencoba menerobos genangan.
Samino (65) mengungkapkan, banjir rob telah berlangsung selama dua bulan, tetapi kali ini yang terparah. Bahkan, banjir kali ini juga sempat merendam Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Prapag Lor lebih dari 1 meter.
"Selain permukiman, ratusan hektar tambak udang dan bandeng juga terendam. Dampak ekonomi juga dirasakan pelaku usaha kecil," kata Samino, Selasa 1 Juli 2025.
BACA JUGA: Atasi Rob Kawasan Pesisir, Gubernur Jateng Minta Bupati - Wali Kota Lakukan Ini
BACA JUGA: Banjir Rob di Brebes Meluas, Warga Randuaanga Kulon Mengungsi di Rusunawa
Hal senada juga disampaikan warga lainnya yang berjualan kuliner Tarmudi. Dia mengeluhkan penurunan omset hingga 70 persen. Dia beserta warga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil tindakan, mencakup perbaikan tanggul, normalisasi saluran air, serta bantuan darurat.
"Biasanya sehari bisa menjual 20 porsi, sekarang hanya 6 porsi. Pembeli sulit menjangkau lokasi karena jalan tergenang. Kami butuh solusi permanen, bukan sekadar bantuan sesaat. Setiap tahun banjir rob terjadi, tapi tidak ada penanganan serius," tegasnya.
Kepala Desa Prapag Lor, Fakhrudin Andes Raka mengatakan, ketinggian banjir rob di desanya mencapai 30 centimeter dan terjadi sejak tiga hari lalu. Banjir kali ini berdampak pada sejumlah rumah di desanya. Ada sekitar 300 an rumah yang kemasukan air, meskipun banyak rumah yang sudah ditinggikan.
"Banjir rob ini sulit diprediksi, harusnya ini sudah surut tapi sekarang masih banjir. Kasihan warga, jalannya juga terendam banjir rob," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



