Bedah Jejak Laskar Hisbullah di Moga Pemalang, PHD Gelar Diskusi Sejarah

Bedah Jejak Laskar Hisbullah di Moga Pemalang, PHD Gelar Diskusi Sejarah

--

PEMALANG, radartegl.com - Politics and Historical Discourse (PHD) bedah Jejak Laskar Hisbullah di Moga PEMALANG dalam sebuah diskusi sejarah. diskusi ini  berlangsung gayeng di Sekretariat PHD, Jalam Bandawasa, Banyumudal Moga, PEMALANG, Sabtu 10 Mei 2025.

Pada diskusi sejarah jejak Laskar Hisbullah di Moga Pemalang ini, PHD menghadirkan narasumber Agus Setiyanto, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemalang yang juga seorang pegiat sejarah lokal. Selain itu, Imam Dihlizi, sejarawan lokal sekaligus keturunan dari salah seorang pejuang Laskar Hisbullah pada era perjuangan kemerdekaan di Pemalang.

Dalam pemaparannya, narasumber membahas peran penting Laskar Hisbullah dalam perjuangan melawan penjajah di wilayah Pemalang. Peserta diskusi sangat antusias dengan pemaparan sejarah yang disampaikan, dan banyak pertanyaan yang muncul terkait strategi perjuangan dan dampaknya bagi masyarakat Pemalang pada masa itu.

"Melalui diskusi ini, kita dapat mengenang kembali jasa para pejuang Laskar Hisbullah yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Semoga semangat juang mereka dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini," ujar Agus Setiyanto saat menutup pemaparannya.

BACA JUGA:TMMD Bulakan Pemalang, Baznas Bantu Rehab RLTH

BACA JUGA:Pelatihan Pertanian Hidroponik di Desa Mereng Pemalang, Kades Ajak Warga Kembangkan Pertanian Modern

Sementara Gus Imam, sapaan akrab Imam Dihlizi, memaparkan dengan runut dan sistematis kisah kakek moyangnya yang mengemban misi perjuangan kemerdekaan melalui Laskar Hisbullah.

"Mbah saya (Kiai Abdul Jamil) merupakan salah satu dari sekian banyak santri kala itu, yang ikut pelatihan Hisbullah di Cibarusah Bekasi. Terjadi pertempuran antara Hisbullah dan Belanda di Pemalang selatan cukup sengit, hingga kemudian bersama teman-teman seperjuangannya, Kiai Jamil membuat posko tenda di Desa Pepedan," ujarnya.

Selama masa perang, lanjut Gus Imam, di Desa Pepedan Kecamatan Moga, Kiai Jamil bertemu dengan Sumarni bin KH Abdurrahman, sosok perempuan penjaja makanan yang kemudian dinikahinya.

Sebagai penutup acara diskusi, Founder PHD Akromi Mashuri mengungkapkan, tujuan utama digelarnya acara diskusi ini. Selain sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis anak-anak muda, juga untuk mendorong kerjasama dan kolaborasi antarpemuda.

BACA JUGA:Pasar Randudongkal Pemalang Gelar Giat Jumat Bersih, Pegawai Kompak Jaga Lingkungan Pasar

BACA JUGA:Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf dan Aset, Ormas Islam Pemalang Gandeng Badan Pertanahan Nasional

"Sebenarnya banyak anak-anak muda yang senang diskusi tapi tidak difasilitasi. Mudah-mudahan hadirnya PHD ini dapat menjadi sarana penting untuk belajar, bertukar gagasan, dan mengembangkan diri," ungkapnya.

Akromi berharap, kegiatan diskusi sejarah jejak Laskar Hisbullah di Moga Pemalang ini dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap sejarah lokal. Serta memotivasi generasi muda untuk melestarikan nilai-nilai kepahlawanan dan patriotisme. PHD berikhtiar untuk terus mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk mengenang dan mempelajari sejarah daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: