Apakah Pemerintah Berprestasi?
KPPN- Kantor KPPN Tegal terletak di Jalan Dr. Sutomo No. 66, Tegal, Jawa Tengah. -ISTIMEWA-Radartegal.disway.id
TEGAL, Radartegal.com- Kantor Pemerintah pada umumnya disebut sebagai spending unit, karena dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) satuan kerja atau satker melakukan pengeluaran yang pada akhirnya menjadi beban negara.
Disebabkan Sebagian besar satuan kerja merupakan unit yang menjalankan fungsi eksekutif maka secara umum satker disebut sebagai spending unit. Kecuali untuk beberapa unit yang memiliki fungsi untuk menghimpun penerimaan negara, seperti Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dll.
Oleh karena itu dalam anggapan masyarakat, prestasi pemerintah dinilai dengan mengajukan pertanyaan,“Apa yang dihasilkan atau produk apa yang sudah dihasilkan oleh pemerintah?”
Untuk melihat jawabannya, kita perlu melihat bagaimana penyerapan anggaran dan capaian output atas satker-satker. Penyerapan anggaran akan memberikan gambaran seberapa besar satker menggunakan anggaran dalam rangka menjalankan tupoksinya.
Sedangkan untuk indikator capaian output (caput) merupakan alat yang digunakan untuk menilai kinerja pelaksanaan anggaran (PA) dalam hal kinerja fisik (apa yang dhasilkan dari penyerapan anggaran).
Sehingga dengan melihat caput kita bisa lebih baik mendapat gambaran prestasi satker dan dampaknya terhadap masyarakat.
Penilaian atas prestasi kerja satuan kerja saat ini dilakukan oleh Kementeri Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) melalui kantor-kantor perwakilannya di daerah yaitu Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Untuk itu dikembangkan instrument IKPA oleh KPPN untuk membantu memberikan gambaran prestasi pengelolaan APBN.
Umumnya Penyerapan Anggaran akan selalu berbanding lurus dengan output yang dihasilkan. Namun terkadang terjadi deviasi, berikut adalah data satker sampai dengan bulan juli pada KPPN tipe A1 Tegal:
Terlihat di atas terdapat lebih banyak jumlah satker yang caputnya berkategori sangat baik dibandingkan dengan jumlah kategori satker yang penyerapan anggarannya sangat baik.
Ini bisa berarti terdapat efisiensi, karena dengan menggunakan anggaran yang lebih sedikit menghasilkan kuantitas output yang lebih banyak.
Dari data di atas kita juga dapat mengambil kesimpulan bahwa satker-satker di lingkungan KPPN Tegal telah melaksanakan tugasnya dengan baik, dan telah mencapai target yang telah ditentukan.

Penulis: Imam Garaudy (PTPN Mahir KPPN Tegal)--
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

