Iklan sukun new

Anak Berprestasi Juara Nasional FASI dan MTQ Jateng Diganjar Rp10 Juta serta Rp2 Juta oleh Wali Kota Tegal

Anak Berprestasi Juara Nasional FASI dan MTQ Jateng Diganjar Rp10 Juta serta Rp2 Juta oleh Wali Kota Tegal

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyerahkan hadiah kepada anak berprestasi juara nasional FASI dan MTQ Jateng masing-masing sebesar Rp10 juta dan Rp2 juta.--

KOTA TEGAL, RADARTEGAL.COM - Dua anak berprestasi di Kota Tegal mendapat penghargaan dari Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono.

Keduanya yakni, Arundaya Damai Pasa, juara terbaik I cabang lomba menggambar dalam Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Tingkat Nasional di Palembang, Sumatera Selatan.

Dan Naswah Dina Aulia, juara terbaik II Tahfiz 20 Juz Puteri MTQ Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

BACA JUGA:Bikin Mewek, Kisah Lansia Sebatangkara di Tegal, Tinggal di Rumah Rawan Ambruk, Babinsa Cepat Cari Bantuan

Masing-masing diganjar hadiah apresiasi Rp10 juta dan Rp2 juta dari Pemerintah Kota Tegal. Pemberian hadiah dilakukan saat pembukaan FASI Kota Tegal 2022, Selasa 15 November 2022. 

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengucapkan selamat kepada keduanya. 

Dia berharap agar kegiatan FASI dapat mencetak generasi penerus yang berakhlak baik dan mandiri, berilmu serta menjadi pribadi-pribadi yang memegang teguh nilai-nilai agama.

BACA JUGA:Jadwal Lengkap Piala Dunia 2022, Qatar vs Ekuador Pembuka, Spanyol vs Jerman Paling Dinanti

“Kegiatan rutin ini dilakukan sebagai upaya dalam mendidik anak-anak di bidang keagamaan untuk memupuk anak cinta pada agama Islam. Mencetak generasi penerus yang berakhlak baik dan mandiri, berilmu serta menjadi pribadi-pribadi yang memegang teguh nilai nilai agama,” katanya.

Wali kota juga mengharapkan peserta FASI dapat meresapi ajaran yang terkandung dalam Alquran untuk dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Semangat itu, perlu ditumbuhkan sejak dini agar kelak nanti, ketika mereka sudah dewasa bisa bersaing dalam kehidupan di dunia kerja setelah terjun di masyarakat nanti. 

BACA JUGA:Ganjar Buka Kongres Jawa III, Raja Yogyakarta: Budaya Jawa Tak Akan Hilang Meski Terus Digempur Modernisasi

"Apalah artinya kita memiliki anak yang pintar dan jenius tapi tidak mempunyai akhlak dan budi pekerti yang baik,” sebut Dedy.

Wali kota juga berpesan kepada para ustadz dan ustadzah untuk dapat menekankan anak-anak bukan hanya rajin membaca Alquran. 

Sumber: