Sama-sama Orang Dekat Presiden, Erick Thohir dan Adian Napitupulu Ditantang Debat Terbuka

Sama-sama Orang Dekat Presiden, Erick Thohir dan Adian Napitupulu Ditantang Debat Terbuka

Dua orang yang dikenal dekat dengan Presiden Jokowi, yakni Menteri BUMN Erick Thohir dan politisi PDIP, Adian Napitupulu tengah mendapat sorotan publik. Bahkan, keduanya sempat merajai media sosial Twitter, setelah ada postingan poster yang memajang tagar #DebatAdianVsErick.

Dalam poster tersebut tertulis riwayat perjalanan karir Adian Napitupulu. Ia adalah anggota DPR RI yang merupakan lulusan Universitas Kristen Indonesia dan pernah menjadi juru debat pasangan Jokowi-Maruf di Pilpres 2019.

Sementara Erick Thohir, adalah Menteri BUMN lulusan National University California dan menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf. Dalam poster tersebut pun diberikan opsi siapa yang pantas menjadi moderator debat terbuka tersebut.

Ada tiga nama yang merupakan presenter ternama di televisi yang diusulkan menjadi moderator, yakni Najwa Sihab, Karni Ilyas dan Rosianna Silalahi. Wacana debat Adian vs Erick Thohir menjadi perbincangan ramai di media sosial dengan tagar #DebatAdianVsErick.

“Bahh setuju kali itu Adian vs Erick Thohir, biar jangan ada udang di balik bakwan , jgn kau bilang erick nolak atau kau suruh stafsus Arya itu gak ngerti dia itu,” tulis @ListonJenta.

“Apakah tuduhan adian napitupulu terhadap @erickthohir sibuk persiapan capres 2024 beralasan atau hanya isapan jempol….Debat ini penting untuk membuka semuanya. Colek @fadjroeL,” kata @MegamouthJ.

“Membuka Tabir yang belum terungkap pasti akan di kulitin habis @erickthohir sama Adian Krn Adian Singa Panggung Debat yg bicara berdasarkan data dan realita,” ujar @Franklin__98.

“Ada baiknya @erickthohir debat terbuka dengan Adian Napitupulu. Bukan justru mengirim jubir @AryaSinulingga yang sering blunder menyampikan info,” kata @Jokam09086247.

Jadi, Anda setuju #DebatAdianVsErick? (rmol/ruh/pojoksatu)

CATATAN: Judul dan isi berita ini telah diubah, Kamis (2/7), pukul 07.06 WIB, karena ada koreksi dari narasumber.  

Sumber: