Cuaca Ekstrem, Ketua DPRD Dorong Pemkot Kucurkan Beras Paceklik Bagi Nelayan di Tegal

Cuaca Ekstrem, Ketua DPRD Dorong Pemkot Kucurkan Beras Paceklik Bagi Nelayan di Tegal

TERDAMPAR - Kondisi perahu nelayan di Tegal yang terdampar setelah dilanda cuaca ektrem --

TEGAL, radartegal.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan beberapa bulan terakhir, berdampak pada sektor perikanan, utamanya penghasilan nelayan di Kota Tegal. Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) diminta untuk segera mengucurkan bantuan beras paceklik bagi mereka.

Itu, disampaikan Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 22 Januari 2026. Menurutnya, cuaca ektrem melanda wilayah Indonesia seja dua bulan terahir.

Curah hujan yang tinggi ditambah lagi ombak yang tinggi memberikan dampak bagi para nelayan. Utamanya, mereka yang berlayar menggunakan kapal di bawah 30 GT.

“Mereka yang melaut dengan kapal di bawah 30 GT ini tentu sangat berdampak. Bahkan, sebagian besar memilih untuk tidak melaut,” ujarnya.

BACA JUGA: Dihempas Ombak Besar, Kapal Nelayan Kandas di Sekitar Obyek Wisata Pantai Alam Indah Tegal

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem, Nelayan di Tegal Diimbau untuk Tak Melaut

Menurut Kusnendro, pendapatan nelayan akibat cuaca ekstrem tentu menjadi berkurang. Bahkan, bagi mereka yang tida melaut, tentu pendapatannya akan hilang.

Di sisi lain, kata Kusnendro, Pemkot Tegal ada program pemberian beras bantuan untuk nelayan. Sayangnya, selama ini diberikan bersamaan dengan sedekah laut.

Karenanya, ujar Kusnendro, dirinya berharap pemberian bantuan beras paceklik jangan hanya saat pelaksanaan sedekah laut saja. Justru, di saat-saat seperti ini, nelayan sangat membutuhkannya.

“Karena ini musim paceklik maka perlu segera diberikan. Jangan sampai menunggu pelaksanaan sedekah laut, karena menjadi tidak tepat waktu,” tegasnya.

BACA JUGA: 150 Kapal Nelayan Padati Pelabuhan Tegal, Ternyata Ini Penyebabnya

BACA JUGA: 1.333 Nelayan Tegal Terima Beras Paceklik, Bupati: Ini Bukan Solusi Permanen

Sebelumnya, Ketua DPD HNSI Jawa Tengah Riswanto mengatakan nelayan memiliki kerentanan, utamanya saat cuaca ektrem seperti saat ini. Sudah ada kejadian kecelakaan laut yang menimpa kapal nelayan kecil pada Senin, 19 Januari 2026 kemarin.

“Saat itu, ada lima nelayan yang berangkat melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, saat di tengah laut mengalami mesin kapal mati, akhirnya kapalnya diterjang ombak besar hingga terdampar di Kawasan wisata Pantai Alam Indah,” ujarnya.

Selanjutnya, Riswanto berharap pemerintah daerah dapat lebih adaptif dalam merumuskan kebijakan perlindungan sosial bagi nelayan. Utamanya, pada masa cuaca ekstrem dan musim paceklik, agar bantuan dapat disalurkan sesuai kondisi riil di lapangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait