41 Tahun Bhakti Praja Tegal, Menjaga Mutu di Tengah Tantangan Zaman

41 Tahun Bhakti Praja Tegal, Menjaga Mutu di Tengah Tantangan Zaman

HUT KE-41 - Yayasan Pendidikan Bhakti Praja Tegal memperingati Hari Ulang Tahun ke 41 sekaligus buka puasa bersama dan tetap menjaga mutu pendidikannya di tengah tantangan zaman, Rabu 11 Maret 2026.-Yeri Noveli-

SLAWI, radartegal.com– Usia Yayasan Pendidikan Bhakti Praja Tegal genap menginjak 41 tahun pada 11 Maret 2026. Perjalanan panjang sejak berdiri pada 11 Maret 1985 itu diperingati dengan tasyakuran sekaligus buka puasa bersama di Kantor Yayasan Pendidikan Bhakti Praja Tegal, Procot, Slawi, Rabu 11 Maret 2026.

Momentum ulang tahun ini tidak sekadar menjadi ajang refleksi perjalanan yayasan, tetapi juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Bhakti Praja Tegal Ir. H. Suhartono, MM mengatakan, arah program yayasan pada tahun ajaran 2026–2027 tetap diselaraskan dengan kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menurut dia, salah satu fokus utama adalah mendukung penerapan pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam.

“Program ini bukan kurikulum baru ataupun teknologi kecerdasan buatan, tetapi pendekatan pembelajaran yang menekankan kedalaman pemahaman siswa. Jadi proses belajar harus berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan,” ujar Hartono, sapaan akrabnya.

Pada peringatan ulang tahun ke-41 ini, Bhakti Praja juga mengusung tema menciptakan sekolah ramah lingkungan dengan penguatan koordinasi, kolaborasi, integrasi, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan menuju sekolah dan politeknik yang unggul.

“Walaupun saat ini kita memiliki 12 sekolah dan politeknik, belum semuanya setara. Tapi kami terus berupaya agar Bhakti Praja memiliki kualitas yang tidak kalah dengan sekolah negeri,” tegasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, yayasan meluncurkan program KKIS (Koordinasi, Kolaborasi, Integrasi, dan Sinergi). Program ini menjadi ruang bagi sekolah-sekolah Bhakti Praja untuk saling berbagi pengalaman dan strategi dalam mengelola pendidikan.

“Sekolah yang sudah mapan bisa berbagi pengalaman dengan yang lain. Kita bisa berdiskusi bersama, bagaimana mengelola sekolah dengan baik,” sarannya.

Selama ini, beberapa sekolah di bawah naungan Bhakti Praja telah berkembang pesat dari sisi jumlah siswa. Misalnya SMK Bhakti Praja Dukuhwaru dan SMK Bhakti Praja Adiwerna yang masing-masing memiliki lebih dari 2.500 siswa.

“Sebenarnya masih bisa ditambah, tetapi kita terkendala ruang kelas. Karena itu, kita sekarang mulai mengarahkan perhatian pada peningkatan kualitas siswa,” ungkapnya.

Pertumbuhan juga terjadi di SMK Bhakti Praja Margasari yang kini memiliki lebih dari 1.300 siswa, serta SMK Bhakti Praja Talang yang jumlah siswanya terus meningkat setiap tahun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait