Ringkasan Cepat:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tegal menghadapi kendala operasional setelah tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa dihentikan sementara. Kebijakan suspend ini diambil bukan karena masalah kualitas makanan, melainkan kendala administrasi pelaporan dana.
Penyebab Penghentian Operasional Dapur MBG di Tegal
SLAWI, radartegal.com - Sebanyak tujuh dapur SPPG di Kabupaten Tegal harus berhenti beroperasi sementara waktu. Penghentian ini dipicu oleh ketidakpatuhan pengelola dalam melaporkan penggunaan dana harian melalui sistem Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Forum Komunikasi Mitra SPPG Kabupaten Tegal, H Abdul Japar, menjelaskan bahwa BGN kini mewajibkan sistem pelaporan digital demi transparansi. Dapur yang belum memenuhi ketentuan pelaporan tersebut otomatis dievaluasi dan disuspen.
"BGN sekarang menerapkan satu sistem laporan penggunaan dana harian untuk transparansi. Dapur yang belum melaksanakan pelaporan dengan baik dan benar tentu akan dievaluasi hingga terkena suspend. Jadi sifatnya administratif," ujar Abdul Japar.
Saat ini, tercatat ada 190 dapur SPPG di wilayah Kabupaten Tegal. Dari total tersebut, 171 unit sudah beroperasi aktif, sementara tujuh dapur terkena suspend, dan sisanya masih dalam tahap persiapan.
BACA JUGA:Atap SPPG di Tegal Roboh Diterjang Angin Kencang, Kerugian Rp150 Juta
BACA JUGA:Gudang SPPG Balapulang Tegal Dilalap Api, Warga Sempat Panik Coba Padamkan Pakai APAR
Dampak Suspend Terhadap Relawan dan Upaya Penyelesaian
Penghentian sementara operasional dapur ini membawa kekhawatiran tersendiri bagi para relawan. Aktivitas dapur yang mandek berdampak langsung pada sumber pendapatan harian mereka.
Banyak relawan mengandalkan penghasilan dari kegiatan MBG untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu cicilan kendaraan serta biaya pendidikan anak-anak mereka.
Meski demikian, pihak Forum Komunikasi Mitra SPPG memastikan akan membantu menyelesaikan masalah administratif tersebut. Masa suspend diperkirakan berlangsung antara satu hingga dua minggu.
"Kami akan ikut menjembatani supaya persoalannya bisa selesai. Insyaallah, suspend-nya bisa segera dicabut dan dapur kembali operasional," pungkas Abdul Japar.
BACA JUGA:Pasok 20 Dapur SPPG, Pemkab Verifikasi Pabrik Susu di Kramat Tegal
BACA JUGA:Alasan 138 SPPG di Kabupaten Tegal Belum Beroperasi
Arahan Bupati Tegal untuk Pengelola Dapur MBG
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menekankan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan. Ia mengingatkan pengelola agar tidak hanya fokus pada kuantitas penyaluran makanan.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Pelantikan Dewan Pengurus Forum Komunikasi Mitra SPPG Kabupaten Tegal di Pendopo Pemkab Tegal. Menurutnya, standar sanitasi harus menjadi prioritas utama.