Ringkasan Cepat:
- Lokasi Panen: Desa Kedungsugih, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.
- Luas Lahan: Panen seluas 95 hektar berhasil menutup kekurangan target panen perdana (5 ha) di Warureja.
- Teknologi: Penerapan metode Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS).
- Potensi Hasil: Meningkatkan produktivitas padi hingga 10–12 ton gabah kering per hektar.
- Kolaborasi: Sinergi Pemkab Tegal, BRMP Jawa Tengah, penyuluh, dan kelompok tani lokal.
SLAWI, radartegal.com - Pemerintah Kabupaten Tegal berhasil menjawab tantangan modernisasi sektor pangan nasional melalui keberhasilan program percontohan pertanian presisi. Langkah nyata ini dibuktikan dengan capaian panen padi berskala besar yang melampaui target kawasan di wilayah Jawa Tengah.
Melalui penerapan teknologi terkini, kawasan pertanian di Kabupaten Tegal kini menjadi percontohan nasional dalam menggenjot produktivitas gabah secara efisien dan berkelanjutan.
Panen 95 Hektar di Pagerbarang Genapi Target Kementan
Pemerintah Kabupaten Tegal sukses memenuhi target piloting program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang digagas Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Keberhasilan ini ditandai dengan pelaksanaan panen raya padi di Desa Kedungsugih, Kecamatan Pagerbarang. Area panen di lokasi tersebut mencakup luas lahan mencapai 95 hektar.
BACA JUGA:Dukung Mandatori B50, Jawa Tengah Awali Penerapan pada Alat Pertanian
BACA JUGA:Antisipasi Kemarau Panjang, Ketua DPRD Jateng Ingatkan Risiko Keringnya Irigasi Pertanian
Capaian luas tanam dan panen di Pagerbarang ini menjadi krusial. Pasalnya, hasil tersebut berhasil menutup kekurangan dari target panen perdana yang sebelumnya berlangsung di Kecamatan Warureja seluas 5 hektar.
Sinergi Lintas Sektor Dorong Modernisasi Padi
Pelaksanaan panen ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, hingga tingkat tapak.
Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KP Tan) bekerja sama erat dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah, para penyuluh, serta petani lokal.
Plt Kepala Dinas KP Tan Kabupaten Tegal, Endro Noor Susilo, melalui Kepala Bidang Sarana Pertanian, Abdul Syakur, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar kegiatan seremonial semata.
BACA JUGA:Salurkan Bantuan Sarana Produksi, Bupati Tegal Dorong Modernisasi Pertanian
BACA JUGA:Ajak Warga Kembangkan Pertanian Organik, Sumanto: Mulai dari Skala Rumah Tangga
"Kegiatan panen ini bukan sekadar seremoni hasil panen, tetapi merupakan bukti bahwa penerapan teknologi pertanian modern mampu memberikan harapan baru bagi peningkatan produksi dan produktivitas padi," ujar Abdul Syakur, Rabu (28/10/2026).
Penerapan Metode PM-AAS dan Pertanian Presisi
Metode PM-AAS mengintegrasikan berbagai aspek teknis modern untuk mengoptimalkan budidaya tanaman padi.