DPRD Karanganyar Studi Banding ke Pemkab Tegal, Bahas Sampah hingga Infrastruktur

Jumat 09-10-2026,10:00 WIB
Reporter : Adi Mulyadi
Editor : Adi Mulyadi

Ringkasan Cepat:

  • Pertemuan Interdaerah: Komisi C dan D DPRD Karanganyar melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Tegal pada Rabu (7/10/2026).
  • Fokus Pembahasan: Strategi penanganan sampah, efisiensi anggaran infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal, dan keberlanjutan program kesehatan UHC.
  • Tantangan Sampah Tegal: Produksi sampah mencapai 670 ton/hari, namun baru 34% yang terangkut ke TPA.
  • Tantangan Sampah Karanganyar: Produksi sampah mencapai 416 ton/hari, melebihi kapasitas TPA yang hanya 317 ton/hari.
  • Postur Anggaran Karanganyar: APBD Perubahan 2026 mencapai Rp2,14 triliun dengan PAD sekitar Rp522 miliar.

SLAWI, radartegal.com - Pemerintah Kabupaten Tegal menerima kunjungan kerja dari Komisi C dan Komisi D DPRD Kabupaten Karanganyar di Ruang Rapat Bupati Tegal pada Rabu (7/10/2026). Pertemuan lintas daerah ini digelar sebagai ajang tukar pengalaman dalam membenahi tata kelola persampahan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Mewakili Bupati Tegal, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni, menyambut langsung kedatangan rombongan Legislatif Karanganyar tersebut. Kunjungan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat komunikasi serta saling mempelajari praktik terbaik (best practices) dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal, kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bagian dari komunikasi, pertukaran pengalaman, serta memperkuat pembelajaran antarpemerintah daerah,” kata Uwes.

Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Masalah persampahan menjadi salah satu agenda utama yang dibahas intensif. Di Kabupaten Tegal, volume sampah harian menembus angka sekitar 670 ton. Dari total tersebut, jumlah sampah yang terangkut dan masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) baru berkisar 34 persen.

BACA JUGA:BPBD Tegal Gembleng Relawan Destana Sidakaton dan Sidapurna untuk Mitigasi Bencana

BACA JUGA:4 Pengembang Belum Serahkan PSU Perumahan, Pemkab Tegal Ancam Cabut Izin Usaha

Uwes menegaskan bahwa pembenahan masalah sampah tidak bisa hanya bertumpu pada perluasan atau penambahan kapasitas TPA. Menurutnya, pendekatan yang dipakai harus bersifat menyeluruh dan menyasar langsung dari sumbernya.

“Kita tidak mungkin hanya menyelesaikan persoalan TPA. Pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bagaimana mengurangi timbulan sampah, melakukan pemilahan, mengolah sampah, hingga meningkatkan peran masyarakat dan produsen,” tegas Uwes.

Langkah konkret yang terus dijalankan Pemkab Tegal meliputi pembiasaan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengolahan berbasis komunitas, hingga edukasi publik demi menekan volume sampah yang dibuang ke TPA.

Siasat Pembangunan Infrastruktur di Tengah Keterbatasan Fiskal

Selain persoalan lingkungan, tantangan pembangunan infrastruktur turut menyita perhatian. Kabupaten Tegal yang membentang seluas 983 kilometer persegi—terdiri atas 18 kecamatan, 281 desa, dan 6 kelurahan—memiliki lanskap geografis yang beragam dari pegunungan hingga pesisir, termasuk kawasan wisata unggulan Guci.

BACA JUGA:Pastikan Anggota Bebas Judol, Polres Tegal Gelar Gaktibplin

BACA JUGA:Bank Jateng Tegal Gandeng Radar Tegal Group untuk Pacu Ekonomi dan Akses Modal UMKM Pantura

Luasnya wilayah serta tingginya kebutuhan penataan ruang wisata dan pusat ekonomi menuntut pembiayaan yang tak sedikit. Namun, keterbatasan ruang fiskal memaksa pemerintah daerah berputar otak agar alokasi anggaran tetap sasaran.

“Dengan kondisi tersebut, ruang fiskal daerah tentu cukup terbatas. Oleh karena itu, kami terus berupaya mengalokasikan anggaran secara tepat, efisien, produktif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutur Uwes.

Komitmen Pelayanan Kesehatan Lewat UHC

Kategori :