Anak Muda Mahir AI, Pahamkah Risiko Keuangan?

Kamis 24-09-2026,10:30 WIB
Reporter : Taufiq Ismail
Editor : Adi Mulyadi

Ringkasan Utama

Kesenjangan Literasi: Inklusi keuangan remaja mencapai 89,13%, tetapi tingkat literasinya baru berada di angka 56,04%.

Faktor AI: 80% pengguna internet Indonesia menggunakan AI harian, menuntut kemampuan verifikasi informasi finansial yang ketat.

Inisiatif Edukasi: Program Smart Money, Healthy Life menjangkau lebih dari 2.100 peserta di 5 daerah untuk memperkuat pemahaman proteksi keuangan.

JAKARTA, radartegal.com - Kesenjangan pemahaman risiko keuangan di kalangan remaja Indonesia makin nyata di tengah derasnya arus teknologi digital dan kecerdasan buatan. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan tingkat inklusi keuangan remaja menembus 89,13%, namun tingkat literasinya baru menyentuh angka 56,04%.

Fenomena ini mendorong hadirnya edukasi terpadu untuk membekali masyarakat usia produktif agar lebih bijak mengelola uang serta memanfaatkan teknologi secara aman.

Risiko di Balik Tingginya Akses Finansial Digital

Akses layanan finansial kini semakin mudah dijangkau lewat ponsel pintar. Namun, kemudahan tersebut belum berbanding lurus dengan pemahaman masyarakat akan risiko dan proteksi keuangan.

Berdasarkan data SNLIK 2025, tingkat literasi perasuransian masyarakat umum baru berada di angka 45,45%. Kondisi ini kian mencolok pada kelompok usia 15 hingga 17 tahun. Meskipun generasi muda terbiasa bertransaksi secara digital, pengetahuan dasar terkait manajemen risiko finansial masih tertinggal.

BACA JUGA: Duta Genre Kota Tegal 2026 Resmi Terpilih, Dedy Yon Tekankan Pentingnya Perencanaan Masa Depan Remaja

BACA JUGA: Edukasi Anemia Pada Remaja Kelurahan Debong Kulon, Dorong Generasi Muda Cegah Anemia Sejak Dini

Di saat bersamaan, sebanyak 80% pengguna internet di Indonesia berinteraksi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) setiap hari. Karena keputusan keuangan semakin sering bersinggungan dengan platform digital, kemampuan berpikir kritis dan verifikasi informasi menjadi benteng utama agar terhindar dari kerugian.

Edukasi Keuangan Digital di Lima Wilayah

Menjawab tantangan tersebut, program edukasi bertajuk Smart Money, Healthy Life diselenggarakan sepanjang Juni hingga Agustus 2026. Inisiatif hasil kolaborasi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dan GreatNusa ini berjalan secara hybrid di Kendari, Pontianak, Blitar, Medan, dan Jakarta Utara.

Edukasi yang menjangkau lebih dari 2.100 peserta ini berfokus pada beberapa materi penting:

• Pengelolaan keuangan pribadi yang terencana dan realistis.

• Perencanaan keuangan jangka panjang untuk mengantisipasi risiko tidak terduga.

Kategori :