Dampak Dompet Digital Bagaimana E-Wallet Memfasilitasi Fomo Gen Z
--
Disusun oleh :
Mahasiswa Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pancaskti Tegal.
1. Mimin Nofita – NIM: 4125600043
2. Amelia Puspita Sari – NIM: 4125600054
3. Intan Tri Lestari – NIM: 4125600056)
radartegal.com - Perkembangan teknologi keuangan digital telah memunculkan berbagai dompet elektronik, seperti DANA, GoPay, OVO, dan ShopeePay, yang memberikan kemudahan serta kecepatan dalam bertransaksi bagi Generasi Z. Sayangnya, kepraktisan tersebut juga turut memengaruhi pola konsumsi mereka, terutama melalui fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Ketakutan untuk tertinggal dari tren atau gaya hidup yang terus ditampilkan di media sosial mendorong keinginan untuk membeli produk yang sedang populer, berkunjung ke tempat yang sedang hits, atau mengikuti gaya hidup modern.
Dorongan konsumtif tersebut menjadi semakin mudah terwujud karena pembayaran melalui E-Wallet dapat dilakukan dalam waktu singkat. Proses yang cepat ini mengurangi jeda bagi pengguna untuk memikirkan kembali apakah barang atau jasa tersebut benar-benar dibutuhkan. Situasi ini diperkuat oleh strategi pemasaran digital, seperti diskon, cashback, dan voucher berbatas waktu, yang menciptakan tekanan psikologis untuk segera bertransaksi. Akibatnya, khususnya di kalangan mahasiswa, muncul kebiasaan belanja spontan demi mendapatkan potongan harga, meskipun barang yang dibeli tidak memiliki urgensi.
Pengeluaran tak terencana yang terjadi berulang kali dapat berdampak buruk pada kondisi keuangan pribadi. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan pokok, pendidikan, atau tabungan jangka panjang dapat tergeser oleh pembelian yang bersifat emosional. Meskipun demikian, E-Wallet pada dasarnya hanyalah alat yang bersifat netral. Jika digunakan secara bijak, teknologi ini justru dapat membantu menghemat biaya dan memudahkan pengguna dalam mencatat serta memantau pengeluaran harian.
Oleh karena itu, Generasi Z perlu meningkatkan kesadaran dan literasi keuangan. Mereka perlu mampu membedakan antara kebutuhan utama dan keinginan yang muncul akibat tekanan sosial, menyusun anggaran bulanan secara disiplin, serta membiasakan diri meninjau riwayat transaksi. Dengan pengendalian diri dan pengambilan keputusan yang rasional, kemudahan E-Wallet dapat dimanfaatkan untuk mendukung gaya hidup praktis tanpa mengorbankan kesehatan keuangan dan masa depan finansial yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


