Jika baterai terasa sangat panas setelah perjalanan, jangan terburu-buru melakukan pengisian. Biarkan motor berada di tempat yang aman dan berventilasi hingga temperatur kembali normal sesuai petunjuk buku manual.
Panduan keselamatan baterai juga menyarankan baterai yang panas setelah penggunaan intensif didinginkan terlebih dahulu sebelum pengisian.
BACA JUGA: Tips Lengkap Mengatasi Motor Listrik Konslet di Rumah, Jangan Langsung Bongkar Baterai
BACA JUGA: 7 Pilihan Motor Listrik Desain Klasik 2026, Tampil Retro tapi Tetap Modern
4. Hindari Paparan Panas Berlebihan
Jangan membiarkan motor listrik terparkir terlalu lama di bawah terik matahari jika ada pilihan tempat yang teduh. Temperatur tinggi dapat mempercepat degradasi baterai dan meningkatkan risiko masalah ketika baterai sedang digunakan atau diisi.
Hindari pula menyimpan baterai di dekat sumber panas. Paparan panas berlebihan merupakan salah satu kondisi yang perlu dihindari dalam perawatan baterai lithium-ion.
5. Jaga Baterai dari Air dan Banjir
Motor listrik memang bisa dirancang untuk menghadapi hujan, tetapi bukan berarti baterainya boleh terendam air. Kemampuan menghadapi air berbeda-beda pada setiap model.
Sebagai contoh, TVS iQube S menyatakan kendaraannya dapat digunakan saat hujan dan memiliki batas genangan tertentu, tetapi tetap menyarankan agar air tidak disemprotkan langsung ke charging port dan area tertentu di bawah jok.
Jadi, jangan menyamaratakan ketahanan air semua motor listrik. Jika motor melewati banjir atau baterai diduga kemasukan air, jangan langsung melakukan charging sebelum kondisinya diperiksa.
BACA JUGA: Lupa Cabut Charger Motor Listrik, Apa yang Terjadi? Cek Risiko & Bahayanya!
BACA JUGA: 5 Cara Agar Tarikan Motor Listrik Jadi Lebih Responsif: Akselerasi Kencang & Instan!
6. Jangan Mencuci dengan Semprotan Bertekanan Tinggi
Mencuci motor memang penting, tetapi penggunaan semprotan bertekanan tinggi di sekitar baterai, konektor, dan charging port justru dapat meningkatkan risiko masuknya air ke bagian yang tidak seharusnya.
Beberapa panduan produsen secara khusus melarang penyemprotan air bertekanan tinggi pada baterai. Lebih aman membersihkan bagian tersebut secara hati-hati sesuai petunjuk pabrikan.
7. Periksa Kabel dan Konektor Secara Berkala
Jangan hanya memperhatikan indikator persentase baterai. Perhatikan juga kondisi fisik kabel, konektor, soket, dan area charging.
Konektor yang rusak, longgar, basah, atau menunjukkan perubahan warna sebaiknya tidak diabaikan. Pastikan koneksi pengisian terpasang dengan benar dan tidak ada bagian yang mengalami kerusakan.
BACA JUGA: Biaya Motor Listrik Setahun Dibanding Bensin, Ini Simulasinya