SEMARANG, radartegal.com - Proporsi politisi perempuan yang berhasil mengamankan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah menunjukkan tren penurunan dalam tiga gelaran pemilu terakhir. Kondisi ini memicu perhatian serius dari pimpinan legislatif daerah agar target keterwakilan perempuan sebesar 30 persen dapat direalisasikan pada Pemilu 2029 mendatang.
Berdasarkan data hasil Pemilu 2024, hanya ada 24 perempuan yang duduk di kursi DPRD Jateng dari total 120 kapasitas legislator yang tersedia. Angka ini setara dengan 20 persen, belum menyentuh batas minimal yang ditargetkan secara nasional.
Penurunan ini tergolong konsisten sejak dua dekade terakhir. Pada Pemilu 2014, capaian keterwakilan perempuan di gedung dewan Jateng sempat menyentuh angka 24 persen, sebelum akhirnya terus mengalami penyusutan pada Pemilu 2019 dan 2024.
Tren Penurunan Keterwakilan Perempuan Jadi Bahan Evaluasi
Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, menyoroti penurunan persentase legislator perempuan tersebut usai menghadiri Pelantikan Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Jawa Tengah di Lobi DPRD Jateng, Kota Semarang, Rabu (16/9/2026). Menurutnya, fenomena ini harus direspons secara serius melalui evaluasi mendalam.
BACA JUGA: Mengubah HP Jadi Sumber Cuan: Sumanto Dorong Pemuda Karanganyar Jadi Afiliator dan Content Creator
BACA JUGA: Antisipasi Dampak Kemarau: Sumanto Minta Pemprov Jateng Aksi Cepat Atasi Krisis Air
Sumanto menegaskan bahwa keanggotaan perempuan di parlemen daerah terus berkurang secara bertahap dalam tiga periode pemilu berturut-turut.
"Ini kalau kita lihat trennya, anggota DPRD yang perempuan yang terpilih trennya turun. 2014 itu 24 persen, kemudian 2019 turun, ini 20 persen," ujar Sumanto.
Ia berharap kepengurusan Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Jateng yang baru dilantik dapat memanfaatkan momen ini untuk melakukan pembenahan strategi internal.
"Kami berharap ini menjadi bagian dari apa, Kaukus Perempuan yang sudah terbentuk ini untuk bisa evaluasi sehingga biar trennya itu ya minimal 30 persen itu bisa terlaksana dengan baik," imbuhnya.
BACA JUGA: Duetkan Dua Dalang Semalam Suntuk, Sumanto Ajak Generasi Muda Pahami Cerita Wayang Kulit
Mengenai faktor utama pemicu kemerosotan jumlah wakil rakyat perempuan tersebut, Sumanto mengaku pihaknya masih mengkaji fenomena ini secara mendalam bersama jajaran terkait.
"Kita kan belum tahu, ini masih didiskusikan. Kita juga enggak tahu, hasilnya grafiknya seperti itu," katanya.