4. Mempengaruhi biaya serta kebutuhan material baterai.
IEA mencatat LFP kini menjadi salah satu kimia baterai EV terbesar. Pada 2025, LFP mencakup lebih dari separuh baterai EV global.
Sementara itu, NMC tetap menawarkan kepadatan energi lebih tinggi. Pilihan kimia akhirnya bergantung pada kebutuhan kendaraan dan strategi produsen.
BACA JUGA: Ancaman Limbah Mobil Listrik Mengintai, Indonesia Siap Olah Baterai Bekas?
BACA JUGA: 5 Mobil Listrik Wuling 5 Seater 2026: Ringkas, Baterai Awet, & Pas Buat Perkotaan!
3. Elektrolit Menjadi Jalur Pergerakan Ion Lithium
Elektrolit memiliki tugas berbeda dari kedua elektroda. Material ini memungkinkan ion lithium bergerak antara anode dan katode.
Pergerakan ion tersebut berlangsung selama pengisian dan penggunaan baterai. Tanpa jalur ion tersebut, reaksi elektrokimia tidak dapat berlangsung normal.
Pada baterai lithium-ion konvensional, elektrolit berbentuk cair. Teknologi solid-state menggunakan elektrolit padat sebagai bagian dari desainnya.
Secara ringkas, empat fungsi elektrolit dapat dirangkum sebagai berikut:
BACA JUGA: 5 Mobil Listrik Bekas 5 Seater 2026: Baterai Sehat, Kabin Pas & Harga Sangat Terjangkau!
BACA JUGA: Daftar Mobil Listrik MPV China Fitur Sunroof: Pilihan Premium Buat Kenyamanan Keluarga
1. Menjadi media perpindahan ion lithium.
2. Menghubungkan proses elektrokimia antara kedua elektroda.
3. Mendukung proses pengisian dan pelepasan energi.
4. Menjadi bagian penting dari rancangan sel baterai.
Karakter elektrolit ikut menentukan kemampuan sel bekerja dalam kondisi tertentu. Suhu, desain sel, dan sistem pengendalian juga memengaruhi kinerja keseluruhan.