Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Petugas harus memastikan seluruh titik api benar-benar padam sehingga tidak kembali menyala dan menjalar ke area sekitar.
BACA JUGA: Tiga Perangkat Pemadam Dipasang di TPA Kaliwlingi Brebes, Cegah Kebakaran
BACA JUGA: 500 Lapak Terdampak, Labfor Polda Jateng Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Belik Pemalang
Sekitar pukul 14.30 WIB, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Bangunan pabrik PT LEEA Footwear maupun PT Belahan Kayu Agung Jaya juga tidak dilaporkan terbakar.
Kebakaran Diduga akibat Kelalaian Manusia
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari lahan kosong tersebut. Kobaran api kemudian disertai kepulan asap yang semakin tebal sebelum akhirnya membesar dan meluas.
Melihat kondisi tersebut, saksi segera menghubungi Call Center 112. Laporan kemudian diteruskan kepada petugas Damkar Kabupaten Tegal untuk dilakukan penanganan.
BACA JUGA: Tiga Kebakaran Lahan Terjadi dalam Lima Jam di Kabupaten Tegal, Diduga akibat Kelalaian
BACA JUGA: Puncak Musim Kemarau di Tegal: Bupati Ischak Wanti-wanti Bahaya Kebakaran dan Kesehatan Anak
Nawawi menyebut, penyebab kebakaran untuk sementara diduga akibat human error atau kelalaian manusia.
“Dugaan sementara penyebabnya human error,” ungkapnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lahan terbuka yang kering.
Menurutnya, api kecil di lahan kering dapat dengan cepat berubah menjadi kobaran besar. Risiko semakin tinggi apabila lokasi kebakaran berada di dekat permukiman, gudang maupun kawasan industri.
“Masyarakat harus tetap waspada di musim kemarau ini, karena dapat memicu kebakaran,” tutupnya.