Untuk pemula, prosesor kelas Ryzen 5 atau Intel Core i5 sudah menjadi titik awal yang masuk akal. Tidak perlu langsung mengejar prosesor kelas Ryzen 9 atau Core i9 jika channel masih menghasilkan video sederhana.
Yang perlu diperhatikan bukan sekadar nama prosesor, tetapi jumlah core, thread, generasi, konsumsi daya, dan kompatibilitas motherboard.
Untuk editing 1080p, prosesor 6 core/12 thread dari kelas yang sesuai sudah bisa menjadi fondasi PC yang bagus. Jika budget lebih besar dan sering multitasking, naik ke CPU 8 core bisa memberikan ruang kerja yang lebih nyaman.
BACA JUGA: 5 Laptop Lenovo Murah untuk Mahasiswa PGSD 2026, Cocok Buat Tugas dan Canva
Apakah CPU mahal wajib untuk YouTuber pemula? Tidak. Untuk editing 1080p sederhana, CPU kelas menengah sudah mencukupi. Lebih baik membuat konfigurasi seimbang daripada menghabiskan sebagian besar budget pada CPU tetapi RAM, SSD, atau GPU terlalu rendah.
3. RAM 16 GB / 32 GB Lebih Nyaman
RAM sering menjadi komponen yang diremehkan ketika merakit PC murah. Untuk editing video 1080p sederhana, 16 GB RAM masih bisa digunakan.
Namun, ketika aplikasi editing dibuka bersamaan dengan Chrome, Photoshop, OBS, Discord, folder footage, dan aplikasi lainnya, penggunaan RAM dapat meningkat dengan cepat.
Karena itu, kalau budget memungkinkan, 32 GB RAM merupakan pilihan yang lebih nyaman untuk PC content creator pada 2026. Panduan PC editing terbaru juga banyak menempatkan 32 GB sebagai konfigurasi yang lebih aman untuk workflow kreator yang melakukan multitasking.
Jika budget benar-benar terbatas, kamu bisa memulai dari 16 GB menggunakan konfigurasi dual-channel, lalu melakukan upgrade ke 32 GB ketika kebutuhan meningkat.
BACA JUGA: Jangan Salah Pilih! Ini 6 Brand Laptop Terbaik untuk Mahasiswa Informatika 2026
Apakah RAM 16 GB cukup untuk editing YouTube? Cukup untuk editing 1080p sederhana. Namun, 32 GB lebih disarankan jika sering membuka editor video, browser dengan banyak tab, software desain, OBS, dan aplikasi lain secara bersamaan.
4. SSD Jangan Dikorbankan Demi RGB
Kalau ada satu hal yang sebaiknya tidak dihemat berlebihan, jawabannya adalah storage. Footage video memiliki ukuran yang cukup besar. Bahkan video dari smartphone saja dapat menghabiskan puluhan gigabyte jika produksi dilakukan secara rutin.
Karena itu, minimal gunakan SSD NVMe 500 GB, tetapi jika dana mencukupi, NVMe 1 TB jauh lebih ideal.
SSD digunakan untuk sistem operasi, aplikasi editing, cache, dan project aktif. Sementara footage lama bisa dipindahkan ke HDD atau storage eksternal untuk menghemat ruang.