BREBES, radartegal.com - Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Brebes, Senin 10 Agustus 2026. Kali ini, musibah kebakaran menimpa sebuah bangunan diduga bekas pabrik bihun atau soun di Desa Lemahabang, Kecamatan Tanjung.
Sebelumnya, musibah kebakaran juga terjadi di Desa Slatri, Kecamatan Larangan. Kebakaran yang menimpa sebuah pabrik itu terjadi pada Sabtu 8 Agustus 2026 lalu. Hingga Senin siang, proses pemadaman hingga pendinginan masih dilakukan.
Kepala Desa Lemahabang, Kecamatan Tanjung Nurohim membenarkan terkait informasi kebakaran tersebut. Dia menerangkan, yang terbakar tersebut merupakan sebuah gedung bekas pabrik bihun atau soun.
"Informasinya baru beberapa bulan ditinggalkan (tidak digunakan lagi, Red)," ungkapnya kepada media.
BACA JUGA: Apes! Niat Bakar Rumput di Sawah, Motor Petani di Brebes Malah Ikut Terbakar
BACA JUGA: Tujuh Gudang dan Satu Kapal Sampan di Kluwut Brebes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta
Dia menjelaskan, untuk informasi awal yang didapat kejadian tersebut diduga berasal dari percikan api sisa pembakaran sampah di dekat lokasi kejadian.
"Kalau informasi awal yang saya dapat, kejadian itu diduga karena percikan api sisa pembakaran sampah tak jauh dari lokasi kejadian. Tapi, ini perangkat desa atau Kepala Dusun (Kadus) wilayah tersebut sudah turun untuk mengetahui kronologinya seperti apa," terangnya.
"Nanti kalau sudah ada informasi penyebanya karena apa, nanti saya informasikan lagi," lanjutnya.
Meski begitu, lanjutnya, untuk saat ini kejadian kebakaran tersebut sudah bisa dipadamkan. Hanya saja, pihaknya tetap menunggu mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk proses pendinginan.
BACA JUGA: 25 Ekor Kambing di Brebes Gosong Usai Kandangnya Terbakar Hebat
BACA JUGA: Hutan Pinus di Brebes Terbakar, Kapolsek Paguyangan: Sudah Padam dan Tak Meluas ke Kawasan Lainnya
"Informasinya damkarnya sedang proses pemadaman juga. Jadi, tadi sudah laporan ke Brebes," terangnya.
"Kalau untuk api sudah berhasil dipadamkan, tadi bersama masyarakat melakukan pemadaman bersama. Sebab, tak jauh dari pabrik itu terdapat pemukiman warga jadi takut merembet," pungkasnya.