Mulai dari waktu booting Windows, membuka aplikasi editing, memindahkan file, hingga proses loading game akan berlangsung lebih cepat dibandingkan menggunakan HDD.
Kombinasi yang cukup ideal adalah SSD NVMe 500 GB untuk sistem operasi dan aplikasi utama, kemudian menambahkan HDD 1 TB jika membutuhkan ruang penyimpanan untuk file proyek atau koleksi game.
Apakah HDD masih diperlukan? Masih. HDD tetap cocok digunakan sebagai media penyimpanan data berkapasitas besar, sedangkan SSD sebaiknya difokuskan untuk sistem operasi dan aplikasi agar performa komputer tetap optimal.
BACA JUGA: Rekomendasi Laptop Chromebook Pelajar Harga 2 Jutaan Terbaik untuk Sekolah
BACA JUGA: 5 Laptop Murah Spek Dewa untuk Multimedia 2026, Cocok Edit Video dan Desain Grafis
6. Jangan Mengabaikan Kualitas Power Supply
Banyak orang rela mengeluarkan dana besar untuk prosesor dan VGA, tetapi justru menghemat pada power supply. Padahal, komponen ini bertugas menyuplai daya ke seluruh perangkat di dalam komputer.
Pilih power supply minimal berdaya 550 Watt dengan sertifikasi 80 Plus Bronze dari merek yang memiliki reputasi baik. Selain lebih aman, PSU berkualitas juga membuat sistem lebih stabil dan memberikan ruang untuk upgrade komponen di masa mendatang.
Kesimpulan
Merakit PC murah untuk editing dan gaming bukan berarti harus memilih komponen dengan harga paling rendah.
Yang terpenting adalah membangun sistem yang seimbang antara prosesor, RAM, VGA, penyimpanan, dan power supply agar seluruh komponen dapat bekerja secara optimal.
BACA JUGA: 6 Pilihan Laptop Murah untuk Pelajar 2026, Performa Kencang Mulai Rp4 Jutaan
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Laptop Pelajar Murah Performa Kencang di 2026, Mulai Rp3 Jutaan!
Dengan budget sekitar Rp7–9 juta, Anda sudah bisa memiliki PC yang nyaman untuk mengedit foto dan video Full HD, membuat konten digital, hingga memainkan berbagai game populer pada resolusi 1080p.
Selain hemat, konfigurasi seperti ini juga masih memiliki jalur upgrade yang luas sehingga tetap relevan digunakan selama beberapa tahun ke depan.