Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito menyampaikan dukungannya terhadap layanan Cathlab RSUD Brebes. Menurutnya, BPJS Kesehatan siap mendukung kerja sama layanan Cathlab selama seluruh persyaratan dipenuhi.
"Syarat mutlak harus ada izin operasional, akreditasi, SIP dokter dan perawatnya, serta keilmuan proteksi radiasi. Kalau sudah soft launching, saya yakin ini siap," ungkapnya.
Saat ini baru terdapat 261 layanan Cathlab di Indonesia, sementara ribuan rumah sakit masih antre untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Layanan ini diprioritaskan untuk pasien emergency, terutama serangan jantung, sehingga rumah sakit harus memiliki penanggung jawab layanan selama 24 jam.
"Cathlab ini diutamakan untuk yang serangan jantung. Jadi harus ada penanggung jawab 24 jam," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pelayanan dilakukan sesuai regulasi dan indikasi medis yang tepat. "Yang tidak darurat, peserta JKN jangan dipaksa, jangan ditakut-takuti sedikit-sedikit minta pasang ring. Jadi yang emergency serangan jantung," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dirut BPJS Kesehatan juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Kalau layanan Cathlab ini sudah dijalankan, laksanakan dengan penuh pengabdian kepada sesama. Bantu kami supaya program JKN ini sukses sehingga bisa menolong sesama," ujarnya.
Dirut BPJS Kesehatan juga menyampaikan, meskipun masih dalam tahap soft launching, layanan Cathlab RSUD Brebes sudah dapat menerima pasien emergency, khususnya kasus serangan jantung.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan untaian melati di ruang Cathlab Lantai 3. Rombongan kemudian meninjau langsung ruangan Cathlab dan mendapatkan arahan dari dirut BPJS terkait pelaksanaan prosedur pelayanan Cathlab.
Rombongan juga menyambangi pasien di ruang intensive perawatan jantung. Dalam kesempatan itu, Dirut BPJS Kesehatan bersama Bupati Brebes memberikan semangat dan bingkisan kepada pasien.