radartegal.com – Kecelakaan maut melibatkan truk tronton box Isuzu dan sepeda motor Honda Scoopy terjadi di ruas jalan nasional Pantai Utara (Pantura), Desa Banyuputih, Kabupaten Batang. Insiden yang terjadi pada Kamis siang 26 Maret 2026 ini mengakibatkan satu orang pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kronologi Kejadian di Jalur Pantura Banyuputih
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 14.22 WIB. Saat itu, kondisi cuaca di wilayah Banyuputih sedang turun hujan dengan arus lalu lintas terpantau sedang.
Berdasarkan keterangan Kasatlantas Polres Batang AKP Eka Hendra Ardiansyah, berikut urutan kejadiannya:
- Perubahan Lajur: Sepeda motor Honda Scoopy bernopol G-5880-FV melaju dari arah barat ke timur. Saat melintas di jalan lurus yang sedikit menurun, pengendara tiba-tiba berpindah ke lajur kanan.
- Upaya Menghindar: Di saat bersamaan, truk tronton bernopol B-9780-PEV melaju di lajur kanan. Karena jarak sudah terlalu dekat, sopir truk, Robi Akhmad Subakti (40), berusaha membanting setir ke kanan untuk menghindari benturan.
- Terguling: Truk justru menghantam jembatan dan terguling, lalu nahasnya menimpa pengendara motor yang berada di dekatnya.
BACA JUGA: Spontan Bantu Evakuasi, Gubernur Ahmad Luthfi Tolong Korban Kecelakaan di Gombel Semarang
BACA JUGA: Truk Tabrak Mobil dan Becak dalam Kecelakaan di Jalur Pantura Tegal, Dua Luka-luka
Identitas Korban dan Kendaraan
Korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai:
- Inisial: H, 30 tahun,
- Alamat: Desa Kalibalik, Kecamatan Banyuputih, Batang.
- Kondisi: Luka berat di bagian kepala.
Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Limpung.Sementara itu, pengemudi truk asal Lebak, Banten, dinyatakan memiliki dokumen berkendara (SIM BII Umum) yang sah dan masih berlaku.
Faktor Penyebab dan Kerugian
Pihak kepolisian menduga faktor cuaca hujan turut mempengaruhi visibilitas dan kontrol kendaraan di lapangan. Meskipun kondisi aspal jalan terpantau baik, licinnya jalan saat hujan menjadi risiko tambahan bagi pengguna jalan.
Catatan Polisi: Kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan dan infrastruktur jembatan ditaksir mencapai Rp10 juta. Saat ini, kasus telah ditangani oleh Satlantas Polres Batang untuk penyelidikan lebih lanjut.