Seni Mural Mata Hati Gus Bill Hiasi Ruang Publik di Brebes
Di tengah geliatnya seni urban, seni mural di Kabupaten Brebes terus bermunculan. Salah satunya mural 'Mata Hati' karya seniman Brebes Gus Bill yang ikut menghiasi ruang publik di Kabupaten Brebes. (Istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Di tengah geliatnya seni urban, seni mural di Kabupaten Brebes terus bermunculan. Salah satunya mural 'Mata Hati' karya seniman Brebes Gus Bill yang ikut menghiasi ruang publik di Kabupaten Brebes.
Dalam karya tersebut, dia menghadirkan karya yang memiliki makna, edukatif, sekaligus membumi. Tak jarang, karyanya juga menghidupkan ruang publik dengan pesan sosial dan mudah dipahami masyarakat.
Karyanya dengan Mata Hati memiliki ciri khasnya dalam menampilkan visual yang ekspresif, penuh simbol dan warna kontras. Ia menjadikan mural bukan hanya estetika, tetapi media komunikasi yang jujur dan kritis.
"Awal perjalanan seni ini mulai dari ruang sederhana. Mulai dari tembok-tembok jalanan. Dan semangat serta keberanian berekspresi, menjadikan jalan sebagai galeri terbuka," terangnya.
BACA JUGA: Konsisten Pentaskan Wayang Kulit, Komite Seni Budaya Nusantara Puji Ketua DPRD Jateng Sumanto
BACA JUGA: Lewat Seni Burok, Kecamatan Losari Sabet Juara I Kirab Budaya di HUT Brebes
Dengan ciri khas tersebut, lanjutnya, saat ini mural Mata Hati mulai dikenal di semua kalangan. Mengusung semangat “Be your self, Gunakan Matahati, Ojo Dumeh !”, mengembalikan mural ke fungsi awalnya sebagai suara rakyat jalanan yang bebas menjadi diri sendiri yang berprinsip kuat dan berkarakter.
"Mural ini sebagai salah satu suara rakyat yang bisa dituangkan dalam sebuah karya," jelasnya.
Dalam setiap karyanya, dia menghadirkan mata sebagai representasi kesadaran dan kejujuran batin. Bentuk elemen organik dan ornamen menggambarkan dinamika kehidupan sehari-hari. Serta, warna-warni berani dan kontras untuk menarik perhatian publik dan narasi visual yang mengajak berpikir, bukan sekadar melihat
Bahkan, karyanya juga kerap menjadi latar dokumentasi, edukasi seni, hingga inspirasi generasi muda yang ingin berkarya di jalur kreatif. "Mural adalah media pembelajaran sosial. Dalam kegiatannya kita juga menyisipkan pesan seperti kesadaran lingkungan, kritik sosial yang membangun. Hingga nilai kemanusiaan dan empati dan ajakan berpikir kritis," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


