PEKALONGAN, radartegal.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan arahan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan di Aula Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Senin 9 Maret 2026. Pada kesempatan itu, dirinya menekankan pentingnya pengadaan barang dan jasa pemerintah yang transparan dan akuntabel.
Sebab, menurutnya, sektor tersebut dinilai menjadi salah satu area yang paling rentan terhadap penyimpangan. Dirinya juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah agar memastikan proses pengadaan berjalan secara efisien dan terbuka bagi seluruh pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa ini sangat riskan terjadi penyimpangan dan melanggar hukum. Jadi pastikan proses dilaksanakan secara terbuka,” ujarnya.
Selain transparansi, kata Ahmad Luthfi, dirinya juga meminta pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan internal. Guna mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan pengadaan.
BACA JUGA: Sikapi Dinamika yang Terjadi, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Optimalkan Pelayanan
BACA JUGA: Strategi Gubernur Ahmad Luthfi: Jadikan Pendidikan Senjata Utama Pengentasan Kemiskinan di Jateng
Gubernur menilai, penguatan tata kelola pengadaan menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang bersih. Serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Lakukan evaluasi tugas terhadap pekerjaan yang belum dilaksanakan secara maksimal” ucapnya.
Selanjutnya, Luthfi kembali menegaskan keberadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bahan bakar berjalannya birokrasi. Apabila ASN-nya baik, maka diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan baik.
Di tempat terpisah, Luthfi juga memberikan peringatan tegas kepada seluruh bupati dan walikota di wilayahnya. Agar tidak ada lagi yang terjerat kasus korupsi.
BACA JUGA:.Gubernur Ahmad Luthfi Minta Bank Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan
BACA JUGA: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pembina Terbaik Kinerja Pengelolaan Sampah 2026
Peringatan tersebut disampaikan saat Ahmad Luthfi memimpin rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka menyambut lebaran 2026 di Gradhika Bhakti Praja, Senin, 9 Maret 2026. Dalam rakor tersebut seluruh bupati dan walikota se-Jawa Tengah hadir beserta forkopimda masing-masing.
"Pertama Pati, satu setengah bulan berikutnya (Bupati) Pekalongan. Saya tidak ingin satu setengah bulan nanti ada lagi. Ini warning untuk kita semua, cukup dua kali, aja sampe ini ping telu (jangan sampai tiga kali)," tegas Ahmad Luthfi di hadapan peserta rakor dan Bupati-Walikota.