BSI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Capai 22,5 Ton

Sabtu 07-03-2026,20:18 WIB
Reporter : Teguh Mujiarto
Editor : Teguh Mujiarto

JAKARTA, radartegal.com – Dalam kurun waktu satu tahun sejak layanan bullion bank diluncurkan, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis emas. Sampai dengan saat ini, total emas kelolaan perseroan mencapai 22,5 ton.

Kondisi itu, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank emas di Indonesia. Layanan bullion bank sendiri merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memperkuat pengelolaan emas nasional. 

Program itu diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025. Itu, setelah izin kegiatan usaha bullion diberikan kepada BSI dan Pegadaian oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tak hanya meningkatkan volume emas kelolaan, layanan bullion juga memperluas inklusi kepemilikan emas di masyarakat. Karakteristiknya yang inklusif, mudah diakses secara digital, serta sesuai prinsip syariah membuat emas semakin terjangkau bagi berbagai segmen nasabah.

BACA JUGA: BSI dan OJK Gerakkan 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah, Dorong Percepatan Inklusi Nasional

BACA JUGA: Selama Ramadan, Transaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen

Hal tersebut tercermin dari meningkatnya komposisi nasabah emas dari kalangan Gen Z yang naik dari 24 persen menjadi 32 persen. Secara keseluruhan, jumlah nasabah BSI pada 2025 bertambah lebih dari 2 juta nasabah menjadi lebih dari 23 juta, tertinggi sejak merger bank syariah pada 2021.

Bullion bank juga menjadi sumber pertumbuhan nasabah baru bagi BSI. Jumlah nasabah bullion bank meningkat lebih dari 400 persen.                   

Menurut Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, pihaknya mengapresiasi dan menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah. Atas dukungan dalam membangun industri bullion bank di Indonesia. 

"Bullion bank menjadi milestone penting bagi BSI dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Kami ingin menjadikan emas tidak hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga sebagai bagian dari sistem keuangan yang produktif dan inklusif,” kata Anggoro.

BACA JUGA: Harga Emas Tembus Rp3,1 Juta per Gram, BSI Jamin Stok Aman dan Layanan Digital Realtime

BACA JUGA: Perkuat Ekosistem Ziswaf, BSI dan HokBen Santuni 4.500 Anak Yatim di Ramadan 2026

Anggoro mengatakan BSI mendapat kehormatan menjadi salah satu bank pertama yang menjalankan layanan bank emas di Indonesia. Kehadiran bullion bank juga melengkapi layanan emas BSI yang telah ada sebelumnya, seperti cicil emas dan gadai emas.

Dengan adanya layanan bullion, BSI kini memiliki ekosistem emas yang terintegrasi. Mulai dari perdagangan emas, simpanan emas, cicil emas, gadai emas, hingga BSI Gold.

Anggoro menegaskan seluruh transaksi emas di BSI dijalankan sesuai prinsip syariah. "Kami tidak diperbolehkan menjual barang yang belum dimiliki. Karena itu seluruh transaksi emas di BSI dipastikan memiliki underlying berupa emas fisik yang tersimpan di vault kami,” jelasnya.

Kategori :