Transformasi Digital, Pelaku UMKM di Brebes Didorong Kuatkan Strategi Branding
Melihat perkembangan digital yang terus terus berkembang, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Brebes didorong untuk meningkatkan strategi branding. (Istimewa)--
BREBES, radartegal.com – Melihat perkembangan digital yang terus terus berkembang, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di BREBES didorong untuk meningkatkan strategi branding. Hal itu tidak lain untuk tetap eksis mempromosikan UMKM diera digital saat ini.
Dalam menjawab tantangan itu, sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Brebes mengikuti Bimbingan Teknis (Bintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Hotel Dedy Jaya Brebes, Sabtu 7 Maret 2026 dan Anggota DPR RI Abdul Fikri Faqih.
Dalam bimtek itu, para peserta mendapatkan pelatihan bagaimana produk UMKM di Kabupaten Brebes masih tetap eksis di tengah gempuran pertumbuhan digital yang semakin pesat. Sehingga, nantinya produk unggulan di Brebes bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam arahannya, Fikri menegaskan bahwa pelaku usaha kecil dan menengah harus segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, pergeseran dari cara-cara konvensional menuju sistem digital merupakan keniscayaan di era ekonomi modern.
BACA JUGA: Harga Emas Tembus Rp3,1 Juta per Gram, BSI Jamin Stok Aman dan Layanan Digital Realtime
BACA JUGA: Swasembada Pangan, Bupati Tegal Dukung Revitalisasi Irigasi dan Digital Farming
"Contohnya di Brebes. Telur Asin identik dengan Kabupaten Brebes, tapi beberapa tahun yang lalu saat saya pergi ibadah haji, saya mendapatkan oleh-oleh khas daerah lain, tak kira apa ternyata itu Telur Asin," ujarnya.
"Nah, itu sebagai contoh kecil. Jadi, jika tidak ada strategi branding yang kuat dikhawatirkan produk UMKM yang tadinya dari Brebes bisa kalah dengan telur asin yang ada dari daerah lain," lanjutnya.
Karena itu, kata dia, pelaku usaha tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara lama. Dengan pemasaran digital, lanjutnya, diharapkan produk lokal bisa menjangkau pasar lebih luas dengan biaya yang relatif murah.
Namun demikian, dirinya mengingatkan bahwa penggunaan teknologi digital harus diiringi perubahan budaya kerja. Pelaku usaha perlu mulai membiasakan diri melakukan pencatatan dan pengelolaan data usaha secara rapi.
BACA JUGA: Ajak Generasi Muda Lebih Produktif, Anggota DPRD Kota Tegal Inisiasi Kegiatan Literasi Digital
BACA JUGA: Platform Digital LinkUMKM BRI Jangkau 14,8 Juta Pengusaha, Berdayakan UMKM Naik Kelas
Menurutnya, sistem digital memungkinkan setiap transaksi, produksi hingga penjualan tercatat dengan baik sehingga bisa dianalisis untuk membantu pengambilan keputusan bisnis.
Lebih jauh, Fikri menilai perkembangan ekonomi digital juga membuka peluang pekerjaan baru di tengah masyarakat. Mulai dari pengelola media sosial, pengemasan produk, hingga layanan distribusi berbasis aplikasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

