Cuaca Ekstrem Bayangi Mudik Lebaran 2026, BMKG dan Gubernur Jateng Imbau Masyarakat Waspada

Sabtu 21-02-2026,09:00 WIB
Reporter : Adi Mulyadi
Editor : Adi Mulyadi

SEMARANG, radartegal.com - Potensi cuaca ekstrem membayangi mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Karena itu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat tetap waspada. 

Hal itu terungkap saat Gubernur Jawa Tengah rapat bersama Komisi V DPR RI dan Menteri Perhubungan, di kompleks kantor Gubernur Jateng, Jumat, 20 Februari 2026.

Gubernur mengatakan, akhir-akhir ini, banyak bencana terjadi di Jawa Tengah karena cuaca ekstrem. Karena itu, perlu koordinasi lintas sektor untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani mengatakan, Provinsi Jawa Tengah masih berada pada periode puncak curah hujan. 

BACA JUGA:Harga Cabai dan Bawang Naik di Semarang, Pemprov Jateng Siapkan Subsidi & Operasi Pasar

BACA JUGA:India Lirik Jawa Tengah untuk Investasi, Duta Besar Hindustan: Iklim Infestasi Jateng Positif

Menurutnya, pada periode Februari hingga Maret 2026 ini, curah hujan di Jawa Tengah masih tinggi.

“Jadi kita harus siap ketika mudik lebaran nanti, di Jawa Tengah akan terjadi banyak hujan,” sebutnya.

Faisal juga menjelaskan wilayah tengah dan pegunungan Jawa Tengah, berpotensi mengalami hujan menengah hingga tinggi.

“Maret dan April ini, Jawa Tengah khususnya di bagian tengah dan pegunungan, curah hujannya ini menengah sampai tinggi,” jelas Faisal.

BACA JUGA:Pemprov Jateng Kucurkan Rp239 Juta, Bantu Tangani Korban Bencana Tanah Bergerak di Padasari

BACA JUGA:Ringankan Beban Warga Padasari, Yamaha Jateng Gelar Aksi Sosial dan Layanan Servis Gratis

Faisal pun membeberkan langkah mitigasi, dimana BMKG telah melakukan modifikasi cuaca di wilayah Jawa Tengah.

“Kita lakukan tanggal 15 Januari dan diakhiri 3 Februari yang lalu, dengan 148 penerbangan pengurangan curah hujan hingga 42,95 persen,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.

Kendati tak menghentikan hujan secara langsung, Faisal mengatakan, langkah ini diharapkan bisa mengurangi potensi kebencanaan hidrometeorologi. BMKG, sambung Faisal, juga membuka opsi langkah lanjutan apabila diperlukan. 

Kategori :