Ahmad Luthfi: Jangan Ada Permainan Harga Pangan di Jateng Jelang Ramadan dan Idul Fitri

Jumat 13-02-2026,08:00 WIB
Reporter : Adi Mulyadi
Editor : Adi Mulyadi

SEMARANG, radartegal.com - Gubernur Ahmad Luthfi secara tegas menyatakan jangan ada permainan harga pangan di  Jawa Tengah (Jateng) jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Peringatan keras ini ditekankan kepada seluruh kepala daerah di Jawa Tengah. 

"Jangan sampai ada lonjakan harga pangan akibat distribusi tersendat maupun permainan pasar," tandas Gubernur, saat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (Keris) Jawa Tengah, di Semarang, Rabu, 11 Februari 2026. 

Luthfi juga menekankan supaya BUMD ikut hadir menangani sumbatan distribusi pangan.

“Tidak boleh ada sumbatan distribusi, tidak boleh ada permainan harga. BUMD harus hadir,” tegas Luthfi lagi.

BACA JUGA:Kutip Ucapan Bung Karno, Ketua DPRD Jateng Sumanto Dorong Media Lokal Terus Berkembang

BACA JUGA:Gubernur Jateng Percepat Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Bergerak di Tegal Hingga Purbalingga

Menurut Gubernur, kebutuhan masyarakat akan meningkat saat Ramadan dan Idul Fitri. Karena itu, pengendalian harga harus dilakukan sejak awal, terutama untuk komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, beras, dan minyak goreng.

“Kebutuhan masyarakat meningkat, maka potensi kenaikan harga juga meningkat. Itu harus dikendalikan oleh para bupati dan wali kota di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Papan Pantau Harga Komoditas di Pasar Induk

Lebih lanjut, Luthfi meminta setiap kabupaten/kota memasang dashboard (papan pantau) harga komoditas di pasar-pasar besar atau induk. Informasi harga harus rutin diperbarui, sehingga masyarakat dapat memantau langsung perkembangannya.

“Dashboard harga itu harus ada di pasar dan terus di-update. Biar masyarakat tahu, transparan, dan tidak ada permainan harga. Itu tanggung jawab pemerintah setempat,” tegasnya sebagimana dirilis Humas Pemprov Jateng.

BACA JUGA:Jadi Isu Strategis Kolaborasi Jateng–Shiga Jepang, Danau Rawa Pening Segera Dibenahi

BACA JUGA:Pemprov Jateng Gelontorkan Logistik Senilai Ratusan Juta untuk Tangani Banjir Pekalongan

Luthfi kemudian menandaskan bahwa daerah sentra produksi tidak boleh sampai mengalami kekurangan pasokan, akibat distribusi yang tidak terkendali.

“Jangan sampai daerah sentra malah kekurangan. Distribusi harus dikawal,” katanya.

Selain pengendalian inflasi, Luthfi menekankan pentingnya menjaga lahan pertanian melalui percepatan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Saat ini, sekitar 1,3 juta hektare lahan pertanian di Jawa Tengah harus dipertahankan.

Kategori :