PEMALANG, radartegal.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang memperpanjang masa tanggap darurat bencana menyusul masih berlanjutnya dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah, termasuk kawasan pesisir. Keputusan tersebut disampaikan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana yang digelar di Ruang Peringgitan, kompleks rumah dinas bupati, Jumat malam 6 Februari 2026.
Bupati Anom mengatakan, meskipun Pemalang telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, perkembangan bencana hidrometeorologi yang masih berlangsung menyebabkan sejumlah penanganan tetap berada dalam kondisi kedaruratan.
"Karena masih ada dapur umum yang harus didirikan dan masih banyak penanganan yang masuk dalam kategori kedaruratan, maka diputuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat," kata Anom.
Meski demikian, Anom memastikan kebutuhan pangan bagi warga terdampak dalam kondisi aman dan tercukupi. Hal tersebut berdasarkan laporan Dinas Sosial KBPP Kabupaten Pemalang yang secara rutin melakukan pemantauan di lapangan.
BACA JUGA: Wapres Gibran Tinjau Bencana Tanah Gerak Tegal, Perintahkan Relokasi Warga Padasari Dipercepat
"Sampai saat ini kebutuhan pangan sangat mencukupi sesuai laporan dari Kepala Dinas Sosial," ujarnya.
Terkait infrastruktur, Anom menyampaikan perkembangan rencana pembangunan jembatan sementara, khususnya jembatan Bailey dan jembatan Armco. Kata dia, pembangunan tersebut mendapat dukungan dari Kodam IV/Diponegoro dan saat ini masih dalam tahap asesmen bersama.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Pemalang Endro Johan Kusuma mengatakan masa tanggap darurat tahap kedua diharapkan dapat menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada.
"Hingga saat ini jumlah pengungsi sudah menurun. Puncaknya terjadi pada 26 Januari, dan per 6 Februari 2026 jumlah pengungsi terus berkurang," jelasnya.
BACA JUGA: Update Bencana Padasari Tegal: Ratusan Rumah Rusak, Siswa SDN 01 Terpaksa Pindah Sekolah
BACA JUGA: Bencana! Evakuasi Tanah Bergerak di Jatinegara Tegal Gunakan Truk Dalmas
Ia menambahkan, terdapat 13 jembatan yang putus total akibat bencana. Sebagian di antaranya telah ditangani melalui pembangunan jembatan darurat menggunakan struktur kayu, jembatan Bailey, serta jembatan darurat bantuan dari TNI. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan skema hunian sementara bagi warga yang rumahnya hilang atau hanyut akibat bencana.
"Sesuai regulasi, bagi pengungsi yang tidak memiliki rumah akan disiapkan hunian sementara. Saat ini masih dalam proses penyusunan skema," pungkasnya.