Ketua DPRD Kabupaten Tegal Berikan Bantuan Pada Pengungsi di Padasari

Ketua DPRD Kabupaten Tegal Berikan Bantuan Pada Pengungsi di Padasari

Tinjau Lokasi - Ketua DPRD Kab. Tegal, Wasbun Jauhara Khalim dan rombongan dari FPKB tengah berjalan menuju lokasi terdampak.-radar tegal-doc. Humas DPRD Kab. Tegal

JATINEGARA, radartegal.com – Prihatin dengan bencana tanah bergerak yang terjadi di Desa Padasari, Kecamatan JATINEGARA, Ketua Dewan Perwkilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tegal. H Wasbun Jauhara Khalim, S.E bersama anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kabupaten Tegal melakukan kunjungan langsung di lokasi terjadinya bencana pada Kamis, 5 Februari 2026 lalu.

Kunjungan Ketua DPRD tersebut dilakukan dalam rangka untuk menyerahkan bantuan bagi para pengungsi sebagai ungkapan rasa empati dan keprihatinan atas kondisi yang menimpa warga terdampak sekaligus untuk mengetahui kondisi riil yang terjadi di lapangan.

Wasbun pun menyerahkan bantuan sembako mulai dari beras, telur, sayuran, minyak dan kebutuhan lainnya. Selain itu, ia juga memberikan bantuan berupa selimut, baju anak-anak serta jilbab. Bantuan diserahkan melalui posko pengungsian yang ada di Majelis Az Zikir di desa setempat.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu saudara-saudara kita yang kini terpaksa harus mengungsi akibat rumah yang ditinggali sudah tidak dapat ditempati lagi. Kami berdoa kiranya saudara-saudara kita tersebut diberikan kesabaran dan kondisi ini dapat segera mendapat jalan keluar”, tutur wasbun.

BACA JUGA:Pasca Banjir Bandang Guci, Pemkab Tegal Percepat Perbaikan Jembatan dan Sarpras

BACA JUGA:Wapres RI Kunjungi Pengungsi Tanah Bergerak di Tegal, Minta Warga Tak Paksakan Diri

Dalam kunjungan tersebut, Wasbun dan rombongan menyempatkan untuk melakukan bincang-bincang dengan warga yang tengah mengungsi untuk memberikan dorongan semangat. Usai bertemu warga, kunjungan dilanjutkan menuju Ponpes Al Adallah 1 untuk melihat langsung kondisi lahan dan bangunan yang terdampak.

Di sepanjang perjalanan menuju lokasi ponpes, Ketua DPRD dan rombongan melihat langsung kondisi jalan yang amblas dan patah-patah serta bangunan rumah yang rusak atau runtuh. Meski sudah banyak rumah yang kosong, namun beberapa warga terkihat masih berjaga-jaga di lokasi rumah masing-masing.

Hal unik terjadi, ketika dalam kunjungan itu, terjadi pergerakan tanah secara tiba-tiba, bahkan saat tengah melihat kondisi Ponpes Al-Adallah 1, tiba-tiba terdengar suara berderak akibat ada bangunan yang bergerak. Sontak rombongan Ketua DPRD pun segera lari menjauh dari menjauh dari ponpes tersebut. 

“Tiba-tiba kepala saya gliyeng (pusing), ternyata tanah yang kita injak ada pergerakan,” ucap Wasbun usai menjauh dari lokasi Ponpes Al-Adallah 1.

BACA JUGA:5.000 Kepesertaan JKN PBI di Tegal Dinonaktifkan per Februari 2026, Anggota DPRD Minta Dinas Proaktif

BACA JUGA:Hibur Korban Tanah Bergerak, Polwan Polres Tegal Beri Trauma Healing bagi Anak-anak

Dari kunjungan tersebut, Wasbun menilai bahwa lokasi sekitar Ponpes Al-Adallah 1 sudah tidak layak untuk digunakan kembali. Mereka harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Tidak harus di wilayah Desa Padasari, relokasi bisa di wilayah lainnya yang dinilai lebih aman.

“Ini sudah tidak layak. Tanah terus bergerak dan kemungkinan masih akan terus terjadi selama musim hujan,” ujar Wasbun

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait