Kini, warga terpaksa memutar arah melalui Desa Danasari, Gunungjati, Batunyana, Lengkong hingga Bojong. Waktu tempuh yang biasanya hanya 5–10 menit, membengkak menjadi lebih dari 30 menit. Parahnya lagi, kondisi jalur alternatif dinilai sangat tidak layak.
BACA JUGA:Update Tanah Bergerak Padasari Tegal: 104 Rumah Terdampak, Masa Tanggap Darurat 14 Hari
BACA JUGA:Bencana Tanah Bergerak Jatinegara Tegal: 526 Santri Ponpes Al-Adalah Terancam, 80 Rumah Warga Rusak
“Jalannya rusak, ada yang ambles, dan di beberapa titik tepi jalan longsor. Ini sangat membahayakan, baik untuk motor maupun mobil,” keluh Bambang.
Kesulitan akses ini berdampak luas. Pekerja pabrik, karyawan, pelajar, guru, pedagang, hingga ibu-ibu yang hendak ke pasar harus menambah biaya dan waktu tempuh.
“Anak sekolah kasihan, guru juga. Pedagang harus keluar ongkos lebih besar. Semua terdampak,” imbuhnya.
Kendala Proyek Jembatan Kalierang
Aduan warga tersebut diterima langsung pimpinan Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Umi Azkiyani, bersama Muhammad Khuzaeni.
BACA JUGA:Longsor Terjang Desa Padasari Tegal, Rumah dan Sekolah Rusak
BACA JUGA:Operasi Keselamatan Candi 2026: Polres Tegal Bagi Coklat hingga Helm Gratis
Khuzaeni membenarkan proyek Jembatan Sungai Erang mengalami keterlambatan. Politikus Partai Golkar yang akrab disapa Jeni itu menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti aduan warga.
“Aduan ini akan kami sampaikan ke dinas terkait dan penyedia jasa. Memang benar, proyek ini molor. Seharusnya selesai Desember 2025,” kata Jeni.
Ia menjelaskan, keterlambatan disebabkan sejumlah kendala krusial, mulai dari faktor cuaca ekstrem, banjir, hingga kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa.
“Karena itu, pekerjaan sempat dihentikan sementara demi keselamatan. Saat ini penyedia jasa diberi perpanjangan waktu 50 hari dan berkomitmen menyelesaikan proyek sebelum Idul Fitri 2026,” jelasnya.
BACA JUGA:Hujan Deras Berjam-jam, 224 Rumah Warga Terdampak Banjir di Tegal
BACA JUGA:Cegah Tawuran di Lebaksiu, Polres Tegal Amankan 40 Pelajar dan Sita Senjata Tajam
Jeni berharap cuaca ke depan lebih bersahabat agar pengerjaan jembatan bisa dikebut dan segera dimanfaatkan masyarakat.