Bencana Tanah Bergerak Desa Kajen Tegal: 54 Rumah Terdampak, Evakuasi Terus Dipacu

Bencana Tanah Bergerak Desa Kajen Tegal: 54 Rumah Terdampak, Evakuasi Terus Dipacu

POSKO PENGUNGSIAN - Sejumlah anggota kepolisian berjaga di Posko Pengungsian Bencana Tanah Bergerak di Desa Kajen Lebaksiu Kabupaten Tegal.--

LEBAKSIU, radartegal.com— Situasi di RW 09 Desa Kajen, Kecamatan LEBAKSIU, Kabupaten Tegal, masih dalam pemantauan ketat menyusul fenomena tanah bergerak (land subsidence/creep) yang merusak puluhan bangunan warga.

Hingga Senin 16 Februari 2026, Polres Tegal bersama relawan fokus pada sterilisasi zona merah dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Analisis Dampak Infrastruktur di Desa Kajen

Pergerakan tanah yang terjadi secara perlahan namun masif sejak 10 Februari 2026 telah mengakibatkan kerusakan struktur bangunan yang signifikan. Data terbaru mencatat:

  • Zona Pemukiman: 21 rumah mengalami kerusakan struktur berat (dinding jebol/pondasi amblas), sementara 33 rumah lainnya dalam kategori rusak ringan.
  • Fasilitas Pendidikan & Ibadah: Madrasah Nurul Hidayah dan Mushola Baitul Mutaqin menjadi titik terdampak paling parah, memaksa kegiatan belajar dan ibadah dipindahkan ke tenda darurat.
  • Akses Jalan: Retakan pada jalan desa terus melebar, yang berpotensi memutus akses logistik jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

BACA JUGA: Bencana Tanah Bergerak Padasari Tegal Meluas: 900 Rumah Terdampak, 2.546 Jiwa Terpaksa Mengungsi

BACA JUGA: Luas Lahan 12 Hektare, Relokasi Korban Tanah Bergerak Padasari Tegal Disiapkan di Desa Capar

Manajemen Pengungsian: Perlindungan Kelompok Rentan

Sebanyak 83 warga kini menempati posko pengungsian. Fokus utama Polres Tegal adalah memastikan fasilitas di tenda darurat layak huni, terutama bagi kelompok rentan:

  • Balita & Anak-anak: 21 Jiwa (Suplemen nutrisi & Trauma healing)
  • Lansia: 7 Jiwa (Pemeriksaan kesehatan rutin & alas tidur atau pallet
  • Dewasa & Remaja: 55 Jiwa (Manajemen logistik & keamanan lingkungan)

Aksi Tanggap Darurat Polres Tegal

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, menginstruksikan pendirian tenda pleton dengan spesifikasi khusus untuk menggantikan fungsi fasilitas umum yang rusak:

  • Tenda Mushola Darurat (3x6m): Untuk menjaga aspek spiritual warga.
  • Tenda Pengungsian Utama (6x12m): Dilengkapi pallet kayu untuk menghindari kelembapan tanah langsung.
  • Keamanan Listrik: Kolaborasi dengan PLN untuk pemutusan arus di titik rawan guna menghindari korsleting dan bahaya kebakaran.
  • Informasi Logistik: Bantuan berupa bahan pangan, obat-obatan, dan pakaian layak pakai terus disalurkan melalui posko utama yang dikelola secara transparan oleh bendahara desa dan aparat.

BACA JUGA: Update Bencana Tanah Bergerak Desa Kajen Tegal: 54 Rumah Rusak, Patroli Diperketat

BACA JUGA: Menteri PU Tinjau Bencana Tanah Bergerak Padasari Tegal, Pastikan Percepatan Hunian Sementara

Himbauan bagi Warga Desa Kajen

Mengingat sifat tanah bergerak yang dipicu oleh saturasi air tanah, warga diminta untuk:

  • Waspada jika terjadi hujan lebih dari 2 jam.
  • Segera melapor jika muncul retakan baru pada lantai atau dinding rumah.
  • Mematuhi instruksi evakuasi ke titik kumpul yang telah ditentukan oleh petugas Polsek Lebaksiu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait