Dalam kegiatan tersebut, sekitar 200 paket sembako dibagikan, dengan total beras lebih dari satu ton. Tidak hanya itu, perantau asal Tegal juga menyumbangkan mushaf Al-Qur’an serta karpet sepanjang 200 meter untuk pondok pesantren di Desa Rembul.
Bantuan diterima langsung oleh Kepala Desa Rembul H. Ibnu Efendi, disaksikan Komandan Koramil Bojong.
Bagi warga, bantuan itu bukan sekadar beras dan kebutuhan pokok. Ia menjadi penanda bahwa mereka tidak sendiri.
Siti Aminah, 56 tahun, salah satu penerima bantuan, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Dagangan saya sempat sepi setelah Guci ramai diberitakan banjir. Beras dan sembako ini benar-benar meringankan beban kami,” ucapnya lirih.
Ungkapan senada disampaikan Kepala Desa Rembul H. Ibnu Efendi. Ia mengaku bangga sekaligus terharu karena desanya mendapat perhatian dari para perantau asal Tegal.
“Kami senang desa kami ditengok dan diberi bantuan untuk warga yang kurang beruntung. Ini bukti bahwa perantau Tegal tidak melupakan kampung halaman,” ucapnya.
Kabar baiknya, denyut wisata Guci kini perlahan kembali menggeliat. Akhir pekan ini, pengunjung mulai berdatangan setelah publik menyadari bahwa bencana tidak berdampak langsung pada kawasan wisata.
Para peserta bakti sosial pun memilih bermalam di Guci, sebagai bentuk dukungan moral bagi kebangkitan ekonomi lokal.
Bakti sosial di Rembul menjadi bagian dari kegiatan rutin Paguyuban Slawi di Jabodetabek.
Sebelumnya, mereka menyalurkan bantuan untuk warga sekitar TPA Bantargebang, Bekasi, serta masyarakat di kawasan Waduk Cacaban, Kabupaten Tegal.
Kepedulian itu berlanjut keesokan harinya. Minggu pagi, 18 Januari 2026, paket sembako kembali dibagikan. Kali ini menyasar tukang becak di sekitar Slawi.
Paguyuban Slawi dikenal aktif menggelar berbagai kegiatan sosial dan budaya, mulai dari bakti sosial, sesrawungan, munggahan, hingga halal bihalal setiap tahun. Sejumlah tokoh menjadi pembina, di antaranya Mayjen Purn TNI Untung Budiarto dan Brigjen TNI dr. M. Joesro.
Dalam bakti sosial di kawasan Guci ini, hadir pula Ketua Umum PKKT Darmawan serta Edy Budiyarso, Staf Ahli Ketua MPR RI yang juga menjabat Ketua Harian PKKT.
Di lereng Guci yang perlahan kembali ramai, bantuan itu menjadi simbol sederhana namun bermakna: sejauh apa pun langkah merantau, kepedulian selalu menemukan jalan pulang ke tanah Tegal.