“Terutama penanganan sungai. Rencananya di sebelah kanan akan kita tangani dulu, baru kemudian bisa dibangun jalan. Sementara ini, kebutuhan masyarakat kita atasi dengan dapur umum,” ujarnya.
Luthfi menambahkan, untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, distribusi logistik dilakukan dengan kendaraan roda dua. Pemerintah memastikan pasokan bahan pokok tetap masuk ke desa meski akses masih terbatas.
Namun demikian, perhatian khusus diberikan pada kelompok rentan, terutama anak-anak usia sekolah.
BACA JUGA: Delapan Pompa Dioperasikan Atasi Banjir di Semarang, Mampu Sedot Air 1.900 Liter per Detik
BACA JUGA: Tinjau Longsor di Banjarnegara, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Pastikan Huntara Siap dalam 3 Hari
Dalam penanganan awal, pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan. Mulai dari bahan pokok, dukungan kelompok usaha bersama (KUBE), hingga Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp260 juta di desa tersebut.
“Bantuan sudah kita berikan dan akan kita tambah lagi kalau masih kurang,” kata Luthfi.
Gubernur Luthfi mengatakan Pemprov Jateng akan terus mengawal penanganan longsor Desa Tempur. Hingga akses kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas secara aman.
Salah seorang warga Desa Tempur, Adil menuturkan, bencana longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Lereng Gunung Muria selama empat hari. Akibatnya satu-satunya akses jalan keluar dari Desa Tempur terputus.
BACA JUGA: Pemerintah Modifikasi Cuaca Percepat Pencarian Korban Longsor di Cilacap
BACA JUGA: Gubernur Jateng Tinjau Lokasi Longsor di Cilacap, 12 Orang Masih Tertimbun
“Untuk cari pasokan jadi sangat sulit seperti bensin dan lain-lainnya. Sehari-hari saya juga lewat sini untuk keluar kerja. Sementara ini harus hati-hati lewatnya dan beresiko. Harapannya segera diperbaiki agar warga bisa keluar desa lagi,” ujarnya.
Bantuan dikirimkan Bagi Warga Terdampak
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur mengatakan, telah menyalurkan logistik ke tiga kabupaten yang terkena bencana tersebut.
“Kami dari Dinas Sosial sudah mengirimkan logistik. Kami kirimkan logistik semua kebutuhan yang ada di sana," kata Imam.
Imam menjelaskan, bantuan logistik tersebut bersumber dari dana APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBN. Terdiri atas permakanan seperti makanan siap saji, makanan anak, dan lauk pauk siap saji.
BACA JUGA: Hari Ketiga Pencarian, Tim Temukan 6 Korban Longsor di Cilacap