Prosesi pelantikan dan pengukuhan digelar tak biasa. Bukan di aula megah, melainkan di tepi ruas jalan Pagerbarang–Jatibarang, Jumat 9 Januari 2026 pagi.
Lokasi terbuka itu seolah menjadi simbol keterbukaan dan ketegasan arah baru birokrasi.
BACA JUGA: Bupati Tegal Monitoring Perbaikan Pancuran 13, Pastikan OW Guci Aman untuk Wisatawan
BACA JUGA: Kunjungan Wisatawan ke Cacaban Turun, Bupati Tegal Akui Butuh Langkah Strategis
Ischak menekankan, jabatan bukanlah komoditas, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata.
“Jabatan adalah amanah, bukan komoditas. Siapa pun yang hari ini dilantik, semata-mata karena dinilai mampu dan layak mengemban tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.
Ia pun meminta para pejabat yang baru dilantik untuk menjawab kepercayaan tersebut dengan kinerja terbaik, integritas tinggi, serta komitmen penuh dalam melayani masyarakat.
“Jangan pernah nodai jabatan ini dengan perilaku yang bertentangan dengan nilai kejujuran dan pengabdian. Jabatan adalah tanggung jawab sekaligus tuntutan kinerja yang harus dibuktikan,” pungkasnya.
BACA JUGA: Sempat Diterjang Banjir Bandang, Bupati Tegal Pastikan Guci Tegal Aman Dikunjungi
BACA JUGA: Revitalisasi Selesai, GOR Trisanja Slawi Kembali Diresmikan Bupati Tegal
Pelantikan di tepi jalan itu pun menjadi pesan keras: rotasi jabatan di Kabupaten Tegal bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan arah birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.