radartegal.com - Yamaha kembali membuat gebrakan di segmen skutik premium dengan menghadirkan Yamaha Aerox Alpha "Turbo" sebuah varian yang menonjolkan performa dan teknologi terbaru.
Namun perlu diketahui, sebutan “Turbo” pada Aerox Alpha bukan berarti motor ini menggunakan mesin turbocharger konvensional seperti yang biasa ditemukan pada mobil sport atau motor balap.
Lalu, seperti apa sebenarnya teknologi di balik nama besar ini? Berikut Radartegal.com akan membahas teknologi dari Yamaha Aerox Alpha Turbo ini, simak artikel berikut ini.
Kelebihan Yamaha Aerox Alpha Turbo
Mesin Tetap 155 cc
Secara teknis, Yamaha Aerox Alpha Turbo 2025 tetap menggunakan mesin Blue Core 155 cc, SOHC, 4-tak, berpendingin cairan, dan dilengkapi teknologi Variable Valve Actuation (VVA).
-(Foto: YT DRIVE and RIDE)-
BACA JUGA:Perbandingan Yamaha Aerox 155 2025 ABS dan Non ABS, Mana yang Lebih Nyaman untuk Gen Z?
Mesin ini mampu menghasilkan tenaga puncak sekitar 15 hp dan torsi 14,2 Nm, serupa dengan varian Aerox lainnya yang sudah dikenal irit namun bertenaga.
Namun, nilai jual utama dari varian ini bukan pada dapur pacu yang di-upgrade secara fisik, melainkan pada sistem transmisi cerdas yang revolusioner bernama YECVT (Yamaha Electric CVT).
Mengenal Teknologi YECVT
YECVT atau Yamaha Electric Continuously Variable Transmission merupakan sistem transmisi otomatis berbasis elektronik yang menggantikan sistem CVT konvensional.
Pada umumnya, CVT mengatur kecepatan puli dan sabuk secara mekanis, tapi melalui YECVT, Yamaha menggunakan pengaturan berbasis motor elektrik untuk mengontrol perpindahan rasio transmisi.
BACA JUGA:WOW! Ternyata Ini Yang Bikin Yamaha Aerox Alpha Semakin Stabil dan Lincah, Segini Harga di Jateng
Fitur Turbo Y-Shift menjadi sorotan utama, menghadirkan tiga level akselerasi yang bisa dipilih oleh pengendara: Low, Medium, dan High. Semua dapat diaktifkan melalui tombol khusus di setang kemudi.
Saat diaktifkan, pengendara akan merasakan semburan tenaga tambahan layaknya turbo sungguhan, meski sebenarnya bukan berasal dari tekanan udara tambahan seperti pada mesin turbocharger.
Menurut Yamaha, sistem ini menciptakan sensasi berkendara yang lebih responsif dan adaptif tanpa mengorbankan efisiensi bahan bakar.