Radartegal.com - Serangan jantung adalah kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat. Namun, banyak mitos seputar serangan jantung yang beredar, menyebabkan kebingungan dan penundaan pertolongan.
Artikel ini akan membahas fakta-fakta penting untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut. Beberapa orang percaya bahwa gejala serangan jantung selalu jelas dan dramatis.
Padahal, mitos seputar serangan jantung ini berbahaya karena bisa membuat orang mengabaikan tanda-tanda yang lebih halus. Kenyataannya, gejala bisa sangat bervariasi tergantung pada individu dan kondisi kesehatannya.
Ada juga anggapan bahwa batuk kuat dapat menghentikan serangan jantung. Mitos seputar serangan jantung ini justru berisiko memperburuk keadaan karena menunda pencarian bantuan medis.
BACA JUGA: Mitos Kiai Tunggul Wulung Penjaga Gunung Kelud
BACA JUGA: Cek Fakta Mitos Lebam pada Bagian Tubuh, Benarkah Karena Dijilat Setan?
Langkah terbaik saat mengalami gejala serangan jantung adalah segera menghubungi layanan darurat. Selain itu, banyak yang mengira penyakit jantung hanya menyerang kelompok tertentu.
Faktanya, mitos seputar serangan jantung ini tidak benar karena kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin.
Mitos dan fakta seputar serangan jantung
1. Mitos: Serangan Jantung Selalu Disertai Nyeri Dada Tajam di Lengan Kiri
Fakta: Meski nyeri dada adalah gejala umum, serangan jantung tidak selalu terasa menyakitkan. Beberapa orang mengalami ketidaknyamanan ringan, sementara yang lain merasakan nyeri di rahang, punggung, atau perut.
Wanita, lansia, dan penderita diabetes sering menunjukkan gejala atipikal seperti sesak napas, mual, atau kelelahan ekstrem.
BACA JUGA: 4 Tempat Wisata Tegal dengan Mitos Unik tapi Seram
BACA JUGA: Mitos Sosok Antaboga si Ular Raksasa Penopang Bumi
2. Mitos: Batuk Kuat Dapat Menyelamatkan Diri dari Serangan Jantung
Fakta: Teknik "batuk penyelamat" tidak terbukti efektif dan justru berbahaya. Alih-alih membantu, hal ini dapat mengganggu pernapasan dan menunda pertolongan medis.
Jika Anda mencurigai serangan jantung, segera hubungi ambulans atau pergi ke rumah sakit terdekat.
3. Mitos: Penyakit Jantung Hanya Menyerang Pria Lansia
Fakta: Penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia dan bisa menimpa siapa saja, termasuk wanita dan orang muda. Faktor risiko seperti genetik, merokok, obesitas, dan diabetes meningkatkan peluang serangan jantung, terlepas dari usia atau jenis kelamin.