Krisis Air Bersih di Tegal Masih Terjadi, Ketua DPRD Kucurkan Bantuan

Krisis Air Bersih di Tegal Masih Terjadi, Ketua DPRD Kucurkan Bantuan

ANTRE - Sejumlah warga terdampak krisis air bersih di Kelurahan Muarareja Kota Tegal saat antre dropping air bersih dari donatur--

TEGAL, radartegal.com - Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota TEGAL masih terjadi. Karenanya, Pemerintah Kota TEGAL diminta sigap menghadapi persoalan yang melanda warga dalam sebulan terakhir ini.

Desakan itu, disampaikan Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro, Rabu, 18 Februari 2026. Dirinya menyampaikan hal itu, usai menyalurkan bantuan air bersih di wilayah Kecamatan Tegal Barat.

Menurut Kusnendro, pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih di enam titik. Yakni, di Kelurahan Muarareja, Tegalsari dan Kraton yang merupakan daerah pemilihannya.

“Rinciannya, empat titik di Muarareja, sedangkan Tegalsari dan Kraton masing-masing satu titik,” katanya.

BACA JUGA: Krisis Air Bersih di Tegal, DPUPR Salurkan Bantuan

BACA JUGA: Jaringan PDAM Rusak, Warga di Tegal Krisis Air Bersih Sejak Akhir Januari 2026

Menurut Kusnendro, bantuan itu diberikan sebagai bentuk perhatiannya atas persoalan yang dihadapi warga beberapa hari terakhir. Dengan harapan, bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga yang mengalami krisis air bersih.

Selanjutnya, kata Kusnendro, pihaknya berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi krisis air bersih ke depan. Saat ini, koordinasi antara pemerintah daerah dan Perumda Air Minum Tirta Bahari masih belum optimal.

Itu, kata Kusnendro, berdampak pada bantuan yang diberikan kepada warga kurang maksimal. Itu, disebabkan keterbatasan armada dan minimnya koordinasi. 

“Bantuan terkesan kurang maksimal. Karena keterbatasan armada dan minimnya koordinasi,” kata Kusnendro.

BACA JUGA: Ribuan Warga Mengungsi, Korban Tanah Bergerak Padasari Tegal Krisis Air Bersih dan MCK

BACA JUGA: Ironis! Warga dan Wisata Guci Tegal di Lereng Gunung Slamet Justru Krisis Air Bersih

Sebelumnya, Ketua RW03 Kelurahan Muarareja Supendi mengatakan krisis air bersih yang dialami warganya terjadi sejak akhir Januari 2026 lalu. Sehingga, warga sangat antusias saat ada dropping bantuan air bersih.

"Ada beberapa pihak yang sudah menggelontorkan bantuan. Antara lain, PDAM, Lazisnu, PNKT dan donatur lainnya," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: