Jaga Kelestarian Bumi, BRI Perkuat Aksi Daur Ulang Limbah dan Reduksi Emisi

Jumat 06-06-2025,15:08 WIB
Reporter : Khikmah Wati
Editor : Khikmah Wati

Pekerja yang menyetor sampah botol plastik ke dalam mesin ini akan mendapatkan poin reward yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik. 

Tercatat, hingga Juni 2025, RVM telah mengumpulkan lebih dari 3.242 kg botol plastik atau setara dengan 178.720 botol plastik dengan potensi penghindaran emisi sebesar 17.693 kg CO₂e, mencerminkan antusiasme tinggi pekerja BRI terhadap inisiatif ramah lingkungan ini.

BACA JUGA: UMKM Kopi Binaan BRI Tembus Pasar Internasional, Tampil Tampil dalam Pameran Kopi Dunia di Amerika Serikat

BACA JUGA: Hingga April 2025, Penyaluran KUR BRI kepada UMKM di Indonesia Mencapai Rp54,9 Triliun

Di luar aspek operasional, BRI juga aktif mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). 

Salah satunya adalah program Yok Kita GAS (Gerakan Kelola Sampah) yang telah diimplementasikan secara bertahap mulai dari tahun 2021 hingga 2025, mencakup 41 lokasi di berbagai daerah di Indonesia. 

Program yang menjangkau komunitas pasar tradisional dan lingkungan sekitarnya melalui pendirian 36 unit bank sampah dan pengembangan 5 unit pasar tradisional sebagai pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Program ini pun membekali penerima manfaat dengan pelatihan pemilahan sampah, literasi keuangan, penguatan kelembagaan, serta bantuan alat seperti mesin pencacah sampah organik dan bak maggot komunal untuk mendukung proses pengolahan sampah skala komunitas.

Selain sejumlah insiatif BRI yang sejalan dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, melalui pengelolaan sampah yang konsisten dan terukur, BRI turut berkontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 13, yakni Climate Action, sebagai bentuk komitmen menghadapi perubahan iklim.

Lebih lanjut, Hendy mengajak seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam upaya menjaga lingkungan, khususnya dalam menghadapi krisis sampah plastik yang semakin mendesak. 

“Hal sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah rumah tangga, atau mendukung produk daur ulang bisa membawa dampak besar jika dilakukan bersama. Mari kita mulai dari hal kecil, demi masa depan bumi yang lebih lestari,” tutupnya.

Kategori :