Ia juga memastikan kandidat vaksin yang kini dikembangkan tidak memberikan efek samping membahayakan.
"Tapi tidak ada yang berefek pada risiko yang berbahaya, misalnya membahayakan jiwa. Jadi dengan demikian, dari hasil fase 2 itu kita masuk ke fase 3. Kita berharap hasilnya lebih bagus, yaitu punya efikasi yang baik," tuturnya.
BACA JUGA: Dinkes Brebes Mulai Lakukan Pemberian Vaksin Polio
BACA JUGA: Program Vaksinasi Polio, Ketua Komisi IV Minta Dinkes Maksimalkan Pemberian Vaksin
Selain keamanan vaksin, ia menegaskan pentingnya efektivitas dari vaksin tersebut dalam mencegah penularan vaksin, di mana hal inilah yang diuji pada tahap ketiga uji klinis.
"Intinya bahwa vaksin ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi, tapi kita belum tahu efikasinya, khasiatnya, makanya perlu dilakukan uji klinis fase 3," terangnya.
"Uji klinis fase 3 itu menunjukkan bahwa tahap yang terpenting, apakah efikasinya nanti di atas 50 persen, apakah efikasinya 60 persen, 70 persen dan sebagainya, nanti itu yang akan membuktikan," pungkasnya.