Menjadi Raja Pertama Demak, Begini Sejarah Raden Patah dalam Menegakkan Agama Islam dan Melawan Penjajah

Jumat 29-03-2024,21:20 WIB
Reporter : Ferdinan Alamsyah
Editor : Teguh Mujiarto

RADAR TEGAL - Mengenali dan mengintip sejarah Raden Patah yang merupakan Raja Pertama Kesultanan Demak yang gigih melawan penjajah dan penyebaran agama Islam.

Dengan mengetahui sejarah Raden Patah, akan mendapatkan wawasan terkait ilmu pengetahuan tentang perjalanan kisah seorang ulama sekaligus raja kesultanan Demak.

Seperti apa sejarah Raden Patah? Marii ikuti ulasan yang telah kami rangkum berikut ini, simak sampai akhir untuk mendapatkan informasinya yang utuh.

Sejarah gemilang sebuah perjuangan tak lepas dari sosok-sosok pemberani yang memimpin langkah. Raden Patah, yang dikenal sebagai pendiri Kesultanan Demak, adalah salah satu figur penting dalam perjalanan Islam di Nusantara.

BACA JUGA:5 Mitos Tersembunyi di Danau Toba, Konon Terdapat Legenda Ikan Mas Raksasa yang Penuh Misteri

Melalui artikel kali ini, kita akan mengungkap bagaimana perjalanan hidupnya mengilhami perubahan besar dalam penyebaran agama Islam dan perlawanan terhadap penjajahan.

Siapakah Raden Patah?



Dalam riwayatnya, Raden Patah bukanlah sekadar raja, melainkan pionir yang membangun pondasi kekuatan Islam di tanah Jawa.

Lahir dengan nama Pangeran Jimbun, ia mengemban peran besar dalam mengukir sejarah Kesultanan Demak. Namun, siapakah sebenarnya sosok yang berada di balik panggung kejayaan ini?

Raden Patah lahir dalam keluarga yang memiliki akar Tionghoa dari garis ibunya. Namun, perjalanan hidupnya membuktikan bahwa identitasnya tak terkekang oleh batasan etnis.

BACA JUGA:Sejarah Danau Toba, Benarkah Akibat Letusan Supervulkan yang Menggelegar? Cek Selengkapnya

Pendidikan Jadi Kunci

Dari politik hingga agama, Raden Patah menimba ilmu dari berbagai sumber, termasuk di Ampel Denta, pondok pesantren yang didirikan oleh Sunan Ampel.

Di Ampel Denta, Raden Patah tak hanya mengejar ilmu agama, tetapi juga memperluas jaringan sosialnya. Legenda mencatat bahwa ia menjalin hubungan dekat dengan Laksamana Cheng Ho, tokoh penting dalam perdagangan dan agama Islam pada masanya.

Kesempatan ini memperkaya wawasan dan pengalaman Raden Patah, membentuk fondasi kuat bagi langkah-langkah selanjutnya.

Tidak sendirian, Raden Patah juga dikelilingi oleh para pemuda yang penuh semangat, seperti Raden Paku (Sunan Giri), Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), dan Raden Kosim (Sunan Drajat). Bersama, mereka membentuk kekuatan yang tak bisa dianggap remeh.

BACA JUGA:Selain Keindahan Wilayahnya, Ternyata Inilah 5 Mitos Sunda yang Penuh Misteri Hingga Sekarang

Dari Ulama Hingga Raja

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Raden Patah tidak berdiam diri. Ia menjadi seorang ulama yang gigih, membangun pemukiman di Bintara sebagai wujud nyata dari dakwah dan pendidikan.

Bersama 200 tentara, ia menegakkan pondok pesantren sebagai pusat penyebaran Islam dan ilmu pengetahuan. Bintara pun menjadi pusat perdagangan dan budaya yang berkembang pesat.

Para Walisongo, pelopor Islam di Jawa, menempatkan Bintara sebagai pangkalan penting peradaban Islam di Pulau Jawa.

Di sinilah, perjalanan Raden Patah mencapai puncaknya saat ia dinobatkan sebagai raja pertama Kesultanan Demak pada tahun 1478 hingga 1518 Masehi.

BACA JUGA:Unik dan Misteri, Inilah Mitos Larangan Makan Lele di Lamongan Konon Terkait Keris Sunan Gresik

Strategi Raden Patah dalam Menegakan Islam



Kepemimpinan Raden Patah tidak sekadar tentang gelar atau kekuasaan semata, melainkan bagaimana ia membangun fondasi yang kuat bagi penyebaran agama Islam.

Prinsip musyawarah dan kerja sama antara ulama dan pemerintah Demak menjadi kunci keberhasilan dalam memperluas wilayah dan pengaruh Islam.

Selain itu, Raden Patah juga harus menghadapi ancaman dari Portugis yang mengintai Kesultanan Demak. Dengan keberanian yang melegenda, ia mengirim pasukan di bawah pimpinan putranya, Pati Unus atau Adipati Yunus (Pangeran Sabrang Lor), untuk melawan Portugis.

Meskipun akhirnya gagal, upaya ini menunjukkan tekad kuat Raden Patah dalam melindungi wilayahnya dari ancaman asing.

BACA JUGA:Mitos Jawa yang Klasik dan Unik Membawa Cerita Misteri, Penasaran? Inilah Daftarnya

Kisah hidup Raden Patah bukanlah sekadar catatan sejarah biasa. Ia adalah cerminan dari perjuangan, keberanian, dan tekad untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Mari kita ambil inspirasi dari perjalanan hidupnya, terutama dalam memperjuangkan agama dan kebebasan dari tangan para penjajah pada saat itu.

Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah meneruskan api perjuangan yang telah dinyalakan oleh para pendahulu, agar semangat Raden Patah tetap menyala terang dalam menjaga keutuhan dan kebesaran bangsa.

BACA JUGA:Mengungkap Mitos Larangan Pakai Baju Hijau dan Merah di Pantai Watu Ulo, Diyakini Dapat Mendatangkan Bala

Demikian sejarah Raden Patah yang perlu diketahui sebagai pengetahuan menambah wawasan bersejarah, semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda.(*)

Kategori :