Sejarah Syekh Atas Angin, Konon Dapat Membuat Sawah di Atas Angin Penuhi Tantangan Masyarakat

Rabu 26-07-2023,17:41 WIB
Reporter : Ferdinan Alamsyah
Editor : Ferdinan Alamsyah

 

Namun, kehidupan dan keberadaan Syekh Atas Angin menjadi pusat perhatian utama di halaman keempat.

 

Sebagai sebuah makam yang tak biasa, Syekh Atas Angin tidak terbungkus kubah seperti makam-makam lainnya. 

 

Hanya ada cungkup sederhana dari daun tebu atau welit yang melindunginya. Terletak di atas kunden setinggi 1 meteran dengan menggunakan batu bata, makam Syekh Atas Angin tampak begitu istimewa. 

 

Dikelilingi oleh pembatas kayu dengan ukiran baru, ia tetap menyimpan aura keagungan di antara dua pendampingnya. 

 

Sebuah lingga batu andesit setinggi 0,5 meter, yang warga sekitar sebut sebagai Batu Kalbut, berdiri tegak di depan makamnya.

 

Tak hanya sebagai makam Syekh Muhammad, komplek ini juga disebut Candi Pedagangan atau Candi Bulus. 

 

Penemuan mengejutkan ini terjadi pada bulan Oktober 2005 ketika warga sekitar menemukan komplek makam yang telah tertutupi tanah. 

 

Sayangnya, pada tahun 1965, candi yang pernah utuh pada tahun 1960 ini dirusak dan ditinggalkan.

Kategori :