Kearifan Budaya Lokal Desa Kemiri Temanggung, Semua Warga Pakai Baju Muslim Hadiri Acara Maulud Nabi SAW

Senin 24-07-2023,19:36 WIB
Reporter : Suryatiningsih
Editor : Suryatiningsih

RADARTEGAL.DISWAY.ID -Desa Kemiri terletak desa di Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa  Tengah yang terdiri  dari 9  RW 22 RT pada ketinggian 700 mdpl. Penduduk Kemiri  400 orang beragama Budha kemudian sisanya 300 jiwa Islam, Kristen   Kristen Jawa dan begitulah kearifan budaya lokal Desa Kemiri Kaloran Temanggung.

Walaupun   perbedaan keyakinan mereka tetap menjunjung   toleransi   hidup damai. Hal menarik   dari fakta unik   Desa Kemiri Kaloran Temanggung   adalah   pluralitas   agama tinggi   terlihat jarak tempat ibadah saling berdekatan.

  Bahkan ada satu keluarga tinggal satu atap rumah berbeda agama, tetapi mereka hidup   rukun tanpa   ada konflik   berarti tetapi kerukunan terjaga. Keyakinan bagi mereka urusan pribadi dan bukan menjadi wewenang memaksakan suatu   keyakinan kepada orang lain

Kisah cerita menarik kemudian hal   biasa   terjadi   di   dalam masyarakat Kemiri, ketika seorang anak beragama Budha. Ia mengantarkan ibunya beragama Islama acara pengajian ke desa   sebelah dan kebiasaan ini bukan aneh lagi sudah biasa bagi   warga Kemiri.

Tradisi Nyadran Lintas   Agama

Fakta unik   Desa Kemiri Kaloran Temanggung   yakni tradisi nyadran lintas agama yang digelar setiap jelang ramadhan. Tradisi nyadran diikuti semua warga dengan latar   belakang keyakinan   berbeda dari   Islam, Budha dan Kristen.

Desa Kemiri sejak dahulu   memiliki pluralitas yang tinggi tetap harmonis meski beda   agama.   Lokasi tempat beribadah saling berdekatan bahkan satu keluarga beda agama dengan tradisi nyadran lintas agama makin erat   lagi rasa kekeluargaan

Budaya lokal   Maulud Nabi SAW

Budaya lokal   menarik lainnya di  Desa Kemiri Temanggung ketika acara maulud Nabi SAW   semua warga datang ke rumah   kepala   kadus. Namun, menariknya    warga yang   berkumpul tersebut berpakaian Muslim.   

Tanpa membedakan mana beragama Kristen atau Budha seluruh   warga   beramah tamah   dengan sajian jamuan ketan.   Kemudian   kolak pisang dan jenang   kandil    baru siangnya semua warga kembali berpakaian muslim menghadiri acara inti pengajian maulud    di masjid.                                                                                   Budaya lokal Perayaan Hari-hari Besar Agama

Selain maulud Nabi SAW ada juga budaya lokal perayaan hari-hari Besar Agama yang pluralitas agama   tinggi dan harmonis. Ketika umat Islam merayakan   hari raya   Idulfitri warga   beragama   Budha maupun Kristen ikut silaturahmi atau Ujung

Saat warga beragama Budha Kristen bersilaturahmi di hari lebaran   ke rumah warga beragama   Islam. Mereka memakai pakaian Muslim   dengan jilbab bagi muslimah              dan baju koko, peci untuk laki-laki.          

Walaupun mereka bukan beragama   Islam   mereka   rela berpakaian Muslim dan saling   memaafkan. Tidak   lain untuk menghargai   dan   berpakaian muslimah kemudian   hari Waisak seluruh wilayah kampung

  Gang-gang sempit  dihiasi umbul-umbul dan bendera warna-warni begitu meriah apalagi seusai  acara kebaktian di vihara digela pentas seni kuda lumping, soreng,  tayup dan ketoprak. Gotong royong   dan hidup bersama menyulam kebersamaan walaupun berbeda   keyakinan dengan penuh toleransi.

 Keyakinan yang berbeda tidak membuat   mereka berbeda   sikap kemudian   terpecah-pecah.   Hidup rukun   dan   saling menghargai terlihat pembangun tempat   ibadah yang dilakukan bersama-sama,

Masih   beberapa lagi ragam budaya lokal yang ada di Desa Kemiri, Kecamatan Getas salah   satunya   tradisi 1 suro lintas agama. Digelar   sebuah kuill Budha terletak bukit Watu Payung yang puncak acaranya berbagi air suci dilakukan rebutan.

Konon air suci tersebut   dapat awet muda kemudian terhindar dari marabahaya. Demikian   tadi ulasan kearifan budaya lokal Desa Kemiri Kaloran Temanggung yang beragam dari budaya lokal   nyadran sampai tradisi  1   Suro di Bukit Watu Payung.*

 

 

 

Kategori :