Fakta Unik Suku Tengger Di Desa Ngadas Malang, Ada Tradisi Pawonan Jamu Tamu Di Dapur

Kamis 20-07-2023,21:06 WIB
Reporter : Suryatiningsih
Editor : Suryatiningsih

RADARTEGAL.DISWAY.ID- Desa Ngadas berada Kecamatan Poncokusumo diujung paling timur berbatasan langsung Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sebagai  suku Tengger satu-satunya diwilayah Kabupaten Malang memiliki  tradisi yang khas.Berikut fakta unik suku  Tengger di Desa Ngadas  Malang  berhasil radartegal.disway.id rangkum dari berbagai sumber

Tradisi   Pawonan   Sambut Tamu

Salah satu fakta unik suku   Tengger di Desa Ngadas   Malang   adalah tradisi pawonan yang biasa masyarakat Tengger dalam menyambut   tamu. Pada umumnya ketika tamu datang menjamu di ruang tamu, tetapi hal itu berbeda suku Tengger   di   Desa Ngadas.

Mereka memiliki kebiasaan unik dan khas yaitu menyambut tamu di   pawon atau dapur. Di ruang dapur mereka memasak menggunakan tungku dari tanah liat dan bahan baku kayu memang sudah   mengakar pada masyarakat Tengger

 Ketika   berada   di dapur tamu diajak ngobrol, bercengkrama sambil menghangatkan diri mengingat   cuaca kawasan Bromo   dingin. Bukan sekedar ngobrol   saja kemudian tamu   disuguh   olahan sayur,ikan dan sajian makanan lain   khas   Tengger.

Masyarakat   Tengger dikenal rendah   hati   tetap menerima  tamu   di   pawon rumahnya tanpa   memandang   strata   sosial   dan agama. Tamu yang datang ke   rumah semuanya   sama, karena tidak ada   perbedaan diantara lainnya tanpa kecuali.

Pawon dalam kalangan   masyarakat Tengger   berfungsi ganda   sebagai dapur, ruang tamu   dan ruang keluarga untuk bercengkrama. Tidak lupa    kopi dan teh panas   tersaji menyambut   para tamu yang pastinya   di dapur   menikmati kopi,ngobrol dan perapian mengusir dingin.

Upacara Entas-entas

Fakta unik suku   Tengger di Desa Ngadas   Malang yang   lain tidak kalah menarik adalah upacara Entas-entas   atau   Ngaben. Rangkaian upacara ini bertujuan menyucikan roh   atau adma bagi orang sudah meninggal dunia.

Atau   dengan kata lain   memperingati kematian keluarga yang telah tiada agar   arwahnya mendapat   tempat lebih   baik. Biasanya   Ngaben digelar   pada hari ke-1000 yang pelaksanaannya dengan membawa sesaji   cobek, beras, bebek, cepel, kulak dann   boneka diberi   nama   Petra.

Prosesi ritual dalam   upacara Entas-entas   diawali mensucikan sesajen termasuk bunga dilakukan   pemuka adat . Selanjutnya   mengisi   kulak atau bumbung terbuat   dari bambu   dengan beras.

Prosesi   menarik   dalam upacara Entas-entas adalah saat   semua keluarga    berkumpul di bawah kain putih panjang yang dibentangkan oleh dukun setempat. Inti   dari Entas-entas pada   dasarnya mengembalikan manusia unsur   tanah, kayu,air dan panas.

Saat   prosesi berlangsung ada acara adma atau roh yang   dientaskan kemudian diwakili orang masih hidup.   Syaratnya   adalah tidak   boleh memakai pakaian untuk perempuan hanya boleh memakai kemben.Alasannya orang meninggal tidak memakai pakaian atau baju apapun

Berikutnya mereka yang mewakilii adma dipayungi   dengan   memakai kain   putih   bisa anak-anak, muda maupun dewasa. Adma kemudian diberi mantra oleh dukun selanjutnya semua petra   dibawa ke tempat pembakaran untuk dibakar.

Kerukunan

Penduduk Desa Ngadas populasi2.026 jiwa memiliki keyakinan, yakni   agama Budha 50%.Kemudian Islam 40%   dan sisanya   agama Hindu 10%.   Rumah ibadah   juga terletak   berdekatan ada   3  masjid dan   1 vihara dan 1 pura untuk warga   menjalankan ibadah masing-masing.

Pluralitas agama di lingkungan Desa Ngadas masih   terjaga kelestarian tetap hidup rukun   dan harmonis. Mereka   dikenal teguh kuat terhadap adat   dan  tradisi Tengger memberi   pengaruh besar pada masyarakat   setempat rukun hidup damai meski berbeda keyakinan.

Upacara Karo

Fakta unik suku   Tengger di Desa Ngadas   Malang   penting diketahui   adalah upacara   Karo. Tradisi Karo   digelar pada tanggal   7 hingga 22 bulan Karo   yang   dimaknai sebagai kalender   Saka.

Upacara Karo dirayakan bentuk   wujud     syukur atas berkah yang diberikan selama setahun kemudian juga perayaan besar   suku Tengger. Tidak   hanya perayaan besar saja tetapi juga bentuk   penghormatan kepada leluhur mereka

Prosesi ritual   upacara Karo ditandai berbagai acara   mulai   dari   doa petren,tayuban, tumpeng gede, sesanti kauman,sedekah panggonan dan diakhiri sadaranan    dan ritual   Ojung.

  Rangkaian Karo menarik   pada bagian tumpeng gede yang dibuatoleh   seluruh   penduduk desa terdiri   dari buah-buahan kemudian jajanan dan makanan.   Setelah tumpeng gede diberi   doa,keberkahan oleh dukun   selanjutnya tumpeng diperebutkan dan dibagikan kepada penduduk lain kekurangan.

Tumpengan   gede   tersebut mempunyai makna sedekah membantu orang lain yang tidak mampu.Itulah tadi   fakta unik suku   Tengger di Desa Ngadas   Malang   ternyata banyak tradisi unik seperti pawonan, upacara Enten-enten hingga upacara Karo yang sampai   sekarang budaya   lokal dan pluraritas   agama tetap terjaga.*

 

Kategori :