Unggahan Roy Suryo di akun media sosial Twitternya yang dikaitkan dengan penistaan agama, justru dianalisa berbeda oleh tokoh Papua, Natalius Pigai. Cuitan Roy Suryo yang dimaksud yakni foto editan stupa Candi Borobudur mirip wajah Presiden Jokowi.
Menurut Natalius, unggahan itu tidak termasuk penistaan agama, karena cuitan Roy berkaitan dengan protes wacana tarif masuk Candi Borobudur.
"Saya mau analisa cuitan Pak Roy Suryo. 1. Soal Tarif artinya Soal WISATA bukan AGAMA jadi tidak tepat disebut SARA," kata Natalius Pigai melalui Twitter-nya, Rabu (15/6).
Pigai juga menyebut, Roy Suryo bukan mengedit foto tersebut.
"2 Ada frasa “Netizen mengubah wajah” artinya Pak Roy bukan orang yang mengubah wajah. Justru orang mesti terima kasih ke Roy karena dengan Twitt tersebut wajah stupa di IT terkoreksi," kata Pigai.
Roy Suryo sendiri telah menghapus cuitan tersebut setelah dipersoalkan sejumlah pihak. Roy mengatakan, foto tersebut dia ambil dari unggahan netizen di Twitter. Dia membantah mengendit foto tersebut.
"Agar tdk ada yang memprovokasi lagi dan dianggap 'mengedit' karena ketidakfahamannya, maka postingan tersebut saya drop, case close," kata Roy. (fin/zul)