Media sosial kembali diramaikan dengan beredarnya sebuah potongan video ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS). Dalam tayangan video itu, Ustaz Abdul Somad berbicara soal orang yang tidak suka dengan suara azan.
Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa yang tidak suka mendengar azan adalah setan. Adapun video itu ramai disebar oleh netizen usai pernyataan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.
“Bunyi azan itu apa?, lafadz Allah kan!, yang terganggu dengan lafadz Allah itu setan!” kata Ustaz Abdul Somad.
BACA JUGA: Menag Yaqut Akhirnya Buka Suara: Judul Itu Misleading dan Tidak Sesuai dengan Fakta
Dia mengatakan jika orang merasakan terganggu mendengar azan, maka dia perlu mendapat pengobatan berupa ruqyah. Agar setan di dalam dirinya bisa keluar.
“Maka orang yang terganggu mendengar adzan, dia musti diruqyah!" katanya.
Menurut UAS, meskipun dia itu seorang pejabat. Apa bila tidak suka mendengar azan, maka dia perlu diruqyah. "Kumpulkan se-Indonesia ini, berapa anggota DPR, pejabat, orang kaya, yang terganggu mendengar azan, diadakan ruqyah masal!” tukasnya.
Sementara itu Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas akhirnya memberikan klarifikasi usai heboh ‘azan dan gonggongan anjing’. Gus Yaqut (panggilan akrab Menag) hanya tidak ingin umat Islam sewenang-wenang kepada umat beragama lainnya.
BACA JUGA: Haram Menag Yaqut Menginjak Tanah Minangkabau, Ketua Adat Minangkabau: Ini Islam Sejati
Menag Yaqut menjelaskan pernyataannya itu dimaksudkan agar suara adzan yang dikumandangkan melalui toa atau pengeras suara, tidak mengganggu masyarakat yang bukan beragama Islam.
“Saya hanya berusaha sekuat saya, menahan agar agama tidak menjadikan manusia sewenang-wenang terhadap manusia lain, mentang-mentang besar, banyak, kuat,” ujar dia, Kamis (24/2) malam.
Sosok yang akrab disapa Gus Yaqut itu menyebut, ada kesalahan penafsiran makna ucapannya dalam berbagai pemberitaan media massa. Hal itu pula yang kemudian memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Sindir Menag Yaqut, Komedian Papa Zidan: Mungkin Waktu Lahir Nggak Diazanin, Tapi Digonggongin!
Dia mengaku, selama ini mendapatkan masukan bahwa masyarakat bisa mentolerir adanya suara adzan. Padahal, sambungnya, sejatinya juga banyak diprotes masyarakat di luar umat Islam.
Sayangnya, judul pemberitaan gagal memaknai pesan kerukunan agar tidak saling mengganggu diantara manusia itu tidak tersampaikan dengan baik.