Said Didu Pernah Terima 970 CV Titipan Calon Direksi dan Komisaris BUMN, Hanya 50 yang Diterima, 920 Dibuang k

Jumat 24-07-2020,05:30 WIB

Banyaknya direksi dan komisaris titipan di perusahaan BUMN diakui mantan Sekretaris BUMN, Said Didu. Karenanya, Said Didu tak menampik pernyataan politisi PDIP, Adian Napitupulu yang menyebut ada sekitar 6.000–7.200 direksi dan komisaris BUMN titipan.

Keberadaan direksi dan komisaris titipan itu tersebar, baik di perusahaan induk, anak, maupun cucu perusahaan pelat merah itu. Said Didu mengungkapkan ketika menjabat sebagai Ketua Tim Seleksi Direksi dan Komisaris BUMN pada tahun 2005, dia menerima 970 CV titipan.

Dari jumlah itu, hanya sekitar 50 CV yang dia loloskan untuk ikut tes. Selebihnya dibuang ke tong sampah.

“Tahun 2005, sebagai Ketua Tim Seleksi Direksi dan Komisaris BUMN, di meja saya sudah ada sekitar 970 CV titipan, saya seleksi hanya sektar 50 yang boleh ikut test karena memiliki kompetensi, sisanya saya buang ke tong sampah,” kata Said Didu, Kamis (23/7).

Said Didu mengaku berani membuang ratusan CV titipan ke tong sampah karena mendapat dukungan dari pimpinan. “Saya berani karena Pimpinan saat itu komit menjaga BUMN,” kata Said Didu.

Sebelumnya, Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Adian Napitupulu menyebut semua orang yang menempati jabatan komisaris dan direksi BUMN adalah titipan.

Pernyataan Adian secara tidak langsung menyerang Erick Thohir yang saat ini menjabat Menteri BUMN. Adian menyebut ada sekitar 6.000-7.200 komisaris dan direksi BUMN, baik perusahaan induk, anak perusahaan, maupun cucu perusahaan BUMN merupakan pejabat titipan.

“Dari 6.000 sampai 7.200 komisaris dan direksi BUMN itu menurut saya semua titipan,” ucap Adian di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2020).

Jumlah perusahaan BUMN dari induk hingga cucu berkisar 1.000-1.200 perusahaan. Jika dalam satu perusahaan masing-masing 3 direksi dan 3 komisaris, maka totalnya 6.000 hingga 7.200 direksi dan komisaris.

Adian memperkirakan hanya 1.000 di antara direksi dan komisaris yang merupakan titipan partai politik, relawan, hingga kementerian dan lembaga termasuk TNI/Polri.

Adian tak mempermasalahkan adanya direksi dan komisaris titipan, asalkan memiliki kemampuan dan kredibilitas.

“Kalau titipan partai, relawan, jelas asalnya. Yang penting mereka punya kapasitas, kemampuan, kredibilitas, dan sebagainya,” jelas Adian.(one/pojoksatu/zul)

Tags :
Kategori :

Terkait