Pelajaran buat Indonesia, Korsel Gagal Menuju New Normal

Sabtu 30-05-2020,05:20 WIB

Pemerintah Korea Selatan, Jumat (29/5) kemarin, memberlakukan kembali aturan jaga jarak sosial (social distancing), setelah hampir dua bulan masyarakatnya merasakan kehidupan normal yang baru (new normal).

Langkah itu diambil menyusul serangkaian klaster penyebaran virus corona (Covid-19) yang mengancam keberhasilan negeri ginseng dalam menahan epidemi tersebut.

Korea Selatan dianggap sebagai salah satu model global dalam cara mengekang virus corona. Akan tetapi, negara itu belakangan melaporkan lonjakan terbesar infeksi baru Covid-19.

kasus baru itu sebagian besar berpusat di wilayah Metropolitan Seoul, tempat bermukimnya separuh dari penduduk Korea Selatan. Temuan kasus itu memaksa para pejabat setempat memperkuat kembali aturan-aturan jarak sosial yang sebelumnya sempat diperlonggar sejak 6 Mei lalu.

Dengan pemberlakuan kembali pembatasan sosial itu, museum, taman, dan galeri seni semuanya akan ditutup kembali mulai dari, Jumat (29/5) kemarin, hingga selama dua pekan ke depan.

Sementara, perusahaan-perusahaan didesak untuk memperkenalkan kembali model kerja yang fleksibel, di antara langkah-langkah pembatasan lainnya.

"Kami telah memutuskan untuk memperkuat semua tindakan karantina di wilayah metropolitan selama dua minggu mulai besok hingga 14 Juni," kata Menteri Kesehatan Korea Selatan, Park Neung Hoo, dikutip AFP, Jumat (29/5).

Warga juga disarankan untuk menahan diri dari pertemuan sosial atau pergi ke tempat-tempat ramai, termasuk restoran dan bar. Sementara, fasilitas keagamaan diminta untuk lebih waspada dengan tindakan karantina.

Namun, tidak ada penundaan baru untuk pembukaan kembali sekolah secara bertahap yang saat ini sedang berlangsung. “Dua minggu ke depan sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi di wilayah metropolitan (Seoul). Kita harus kembali ke jaga jarak sosial jika kita gagal,” ujarnya.

Pemerintah Korsel mengumumkan 79 kasus baru infeksi Covid-19 pada Kamis ini, sehingga totalnya menjadi 11.344. Ini adalah lonjakan kasus harian terbesar di negeri itu sejak 81 kasus diumumkan pada 5 April lalu.

Pertambahan kasus itu antara lain muncul gudang perusahaan perdagangan daring (e-commerce) Coupang di Bucheon, sebelah barat Seoul. Pada klaster baru ini, ditemukan 69 kasus, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea.

"Sekitar 4.100 pekerja dan pengunjung di gedung itu berada di bawah pengawasan isolasi secara mandiri, dengan lebih dari 80 persen dari mereka telah diuji sejauh ini," kata Wakil Menteri Kesehatan Korsel, Kim Gang Lip. (der/zul/fin)

Tags :
Kategori :

Terkait