Indonesia vs Thailand, Siapa Raja Mobil Listrik ASEAN 2026?

Indonesia vs Thailand, Siapa Raja Mobil Listrik ASEAN 2026?

EV - Ini perbandingan raja ekosistem mobil listrik ASEAN 2026 antara Indonesia dan Thailand.-(Ilustrasi by Aditya Saputra / Gemini AI)-

radartegal.com - Siapa sebenarnya raja ekosistem mobil listrik di ASEAN pada 2026? Pertanyaan ini makin menarik seiring industri kendaraan listrik berkembang pesat di Asia Tenggara.

Indonesia dan Thailand menjadi dua negara yang paling sering dibandingkan karena sama-sama agresif membangun industri EV.

Thailand punya keunggulan dari sisi manufaktur otomotif dan infrastruktur, sementara Indonesia kuat pada bahan baku baterai, pasar domestik, dan investasi rantai pasok.

Jadi, jika harus menentukan siapa rajanya, jawabannya tidak cukup hanya melihat jumlah mobil listrik yang terjual. Simak penjelasannya di artikel berikut ini.

BACA JUGA: Ancaman Limbah Mobil Listrik Mengintai, Indonesia Siap Olah Baterai Bekas?

BACA JUGA: 5 Mobil Listrik Wuling 5 Seater 2026: Ringkas, Baterai Awet, & Pas Buat Perkotaan!

Indonesia Punya Modal Besar dari Hulu hingga Hilir

Indonesia memiliki salah satu modal terpenting dalam industri kendaraan listrik, yaitu bahan baku baterai, terutama nikel.

Keunggulan ini membuat Indonesia berpeluang membangun rantai industri EV yang lebih terintegrasi, mulai dari pengolahan mineral, material baterai, produksi baterai, perakitan kendaraan, hingga pasar domestik.

Investasi dari sejumlah pemain global juga memperkuat posisi tersebut. Laporan ASEAN menunjukkan investasi perusahaan seperti BYD, CATL, GAC Aion, Chery, hingga berbagai perusahaan komponen dan baterai telah memperluas rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia.

Yang menarik, kekuatan Indonesia bukan hanya berasal dari sumber daya alam. Pasar otomotif domestik yang besar juga menjadi “base load” bagi produsen untuk membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

Pada 2025, penjualan mobil listrik Indonesia bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat dan mencapai sekitar 15 persen dari penjualan mobil baru. Memasuki 2026, arah kebijakan semakin mendorong produksi lokal dibandingkan ketergantungan pada kendaraan impor.

BACA JUGA: 5 Mobil Listrik Bekas 5 Seater 2026: Baterai Sehat, Kabin Pas & Harga Sangat Terjangkau!

BACA JUGA: Daftar Mobil Listrik MPV China Fitur Sunroof: Pilihan Premium Buat Kenyamanan Keluarga

Apakah Indonesia sudah menjadi pusat mobil listrik ASEAN? Indonesia sudah menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menjadi pusat industri EV ASEAN, terutama karena memiliki bahan baku baterai, pasar domestik besar, investasi manufaktur, dan pengembangan ekosistem baterai.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: